Mengenang Bang Jek dan Misi Terakhirnya: Gugur Saat Bantu Korban Gempa NTT

Mengenang Bang Jek dan Misi Terakhirnya: Gugur Saat Bantu Korban Gempa NTT

PlatMerah.com, JakartaAhmad Zaki Ali, yang dikenal dengan sebutan Bang Jek, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 21 Agustus 2026. Bang Jek gugur akibat serangan jantung saat menyalurkan bantuan di wilayah Manggarai Timur, tepatnya di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang cukup besar. Banyak relawan dari berbagai daerah bergerak cepat membantu warga terdampak. Bang Jek adalah salah satu relawan yang langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Perjalanan Bang Jek sebagai Relawan

Bang Jek sudah dikenal sebagai sosok dengan jiwa kemanusiaan tinggi sejak muda. Kepeduliannya terhadap sesama telah terlihat sejak masa sekolah, di mana ia sering menjadi pemimpin dalam berbagai organisasi. Perjalanan kerelawanannya dimulai sejak tsunami Aceh 2004, ketika ia masih berusia 19 tahun dan menjadi volunteer di salah satu NGO besar di Indonesia. Pengalaman itu membentuk komitmennya untuk terus berkecimpung dalam dunia kemanusiaan.

Misi Terakhir dan Kepergian Bang Jek

Keberangkatan Bang Jek ke NTT dilakukan secara spontan dengan biaya pribadi, karena saat itu Yayasan Gerak Bareng yang didirikannya sedang dalam proses transisi kepemimpinan. Meskipun bukan prioritas utama, panggilan kemanusiaan membuatnya segera membeli tiket pesawat setelah mendapat kabar gempa.

Di lokasi bencana, Bang Jek bersama rekan-rekannya melakukan distribusi bantuan di Desa Satar Padut dan sekitarnya. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, saat mengemudikan mobil untuk menyalurkan bantuan, ia tiba-tiba mengalami serangan jantung dan meninggal dunia. Kejadian ini dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat.

Duka dan Penghormatan dari Keluarga serta Komunitas

Keluarga dan komunitas relawan sangat berduka atas kepergian Bang Jek. Sosoknya yang berani, penuh kepemimpinan, dan berdedikasi tinggi dalam kegiatan kemanusiaan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia relawan di Indonesia.

Bang Jek meninggalkan warisan berupa komitmen kuat terhadap kemanusiaan dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli dan membantu sesama di saat bencana.

Semoga perjuangan Bang Jek menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana alam yang melanda negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup