Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, DPR Tegaskan Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Insiden Penyerangan Terhadap Pekerja Bangunan di Tolikara
PlatMerah.com, Papua Pegunungan – Lima pekerja bangunan tewas dibunuh oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (28/8). Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya jaminan keamanan bagi warga sipil yang bekerja di daerah rawan konflik.
Tegasan DPR Mengenai Perlindungan Pekerja Sipil
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mengecam keras pembunuhan tersebut dan menegaskan bahwa negara wajib memberikan perlindungan dan rasa aman bagi pekerja sipil di wilayah konflik seperti Papua. Ia menekankan bahwa warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik harus dilindungi dan tidak menjadi korban kekerasan.
Mafirion menyatakan, “Rasa aman dalam bekerja merupakan hak dasar setiap warga negara. Negara tidak boleh membiarkan para pekerja sipil yang sedang mencari nafkah justru menjadi sasaran kekerasan. Jika keselamatan mereka tidak terjamin, siapa yang berani bekerja membangun Papua?”
Dampak Penyerangan Terhadap Pembangunan di Papua
Penyerangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghambat percepatan pembangunan infrastruktur penting bagi masyarakat Papua. Para pekerja yang menjadi korban sedang mengerjakan proyek-proyek yang mendukung fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
“Apabila para pekerja sipil terus menjadi sasaran, proyek-proyek pembangunan akan terganggu bahkan bisa terhenti. Akibatnya, masyarakat Papua yang justru akan dirugikan,” tambah Mafirion.
Upaya Perlindungan dan Mitigasi yang Diperlukan
Pemerintah diminta tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja di daerah rawan konflik. Mafirion menyarankan langkah mitigasi komprehensif, meliputi:
- Penguatan pengamanan di lokasi proyek
- Pemetaan wilayah rawan konflik
- Koordinasi intensif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaksana proyek
- Evaluasi standar keamanan bagi pekerja
Ia juga mendesak TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku dan mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Lokasi dan Kronologi Singkat
Penyerangan berlangsung di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, saat para pekerja sedang beristirahat. Kelima korban merupakan warga sipil yang tengah mengerjakan proyek pembangunan untuk kepentingan masyarakat setempat.
Kesimpulan
Tragedi ini menegaskan urgensi perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja sipil di wilayah konflik Papua agar pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut. Negara harus hadir menjamin rasa aman demi masa depan Papua yang lebih baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













