Walkot Surabaya Minta Pengelola Mal Tak Tinggikan Pagar Orang Merasa Takut

Walkot Surabaya Minta Pengelola Mal Tak Tinggikan Pagar Orang Merasa Takut

PlatMerah.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta pengelola mal di kota ini untuk tidak meninggikan pagar di area mal. Permintaan ini bertujuan agar pengunjung tidak merasa takut dan tetap menjaga estetika kota yang aman dan nyaman.

Permintaan Wali Kota Surabaya kepada Pengelola Mal

<pMenurut Eri, pagar yang terlalu tinggi dapat mengurangi nilai estetika dan menimbulkan rasa takut pada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kota Surabaya aman, sehingga tidak perlu adanya pagar yang tinggi sebagai bentuk pengamanan berlebihan.

“Saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu,” ujar Eri Cahyadi dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Eri tidak meminta pengelola mal untuk membongkar pagar yang sudah ada, melainkan hanya menurunkan ketinggiannya. Ia juga menyebut bahwa tidak semua mal di Surabaya memasang pagar tinggi, hanya sekitar dua atau tiga mal saja.

Fungsi Pagar dan Upaya Keamanan di Mal

Pemasangan pagar di mal bukan untuk mengantisipasi massa aksi, tetapi lebih kepada menjaga estetika dan keamanan pengunjung. Eri memberikan contoh kondisi di Tunjungan Plaza, di mana pengunjung sering menyeberang jalan secara sembarangan sehingga membahayakan diri sendiri dan pengendara.

Pemerintah Kota Surabaya juga telah memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat untuk mengarahkan pengunjung agar menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Kami sering menegur pejalan kaki yang menyeberang sembarangan, karena sudah ada JPO,” tambah Eri.

Kondisi Pagar di Beberapa Mal Surabaya

Beberapa mal di Surabaya telah memasang pagar di halaman depannya. Salah satunya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya Selatan, yang pagar besinya mencapai sekitar dua meter dengan ujung runcing dan dipasang di atas pagar beton setinggi sekitar 60 sentimeter.

Di Surabaya Tengah, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat, pagar serupa juga sedang dipasang dan sebagian masih dalam proses pembangunan. Meskipun demikian, belum ada penjelasan resmi dari pihak mal terkait pemasangan pagar tersebut.

Harapan Pemkot Surabaya

Wali Kota Eri mengajak masyarakat untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban di Surabaya. Ia mengingatkan agar warga mematuhi aturan seperti tidak parkir sembarangan dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang demi mencegah kecelakaan.

Dengan koordinasi antara pemerintah dan pengelola mal, diharapkan kota Surabaya tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan estetik bagi seluruh masyarakat dan pengunjung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup