Puan Maharani Minta Penguatan Mitigasi Banjir Bandang di Solok

Puan Maharani Minta Penguatan Mitigasi Banjir Bandang di Solok

PlatMerah.com, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, dan meminta penguatan mitigasi bencana di seluruh Indonesia.

Permintaan Penguatan Mitigasi Banjir Bandang

Puan menegaskan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana terutama di tengah tingginya curah hujan saat ini. Menurutnya, koordinasi antar stakeholder harus diperkuat agar langkah mitigasi dapat berjalan lebih strategis dan efektif.

“Kami meminta kepada semua stakeholder untuk bisa betul-betul mengantisipasi dan memitigasi semua hal yang ada di seluruh Indonesia, bukan hanya di Solok saja,” ujar Puan usai menghadiri Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Faktor Curah Hujan dan Efektivitas Bendungan

Puan menyoroti tingginya curah hujan sebagai faktor utama yang perlu menjadi perhatian dalam mitigasi bencana. Selain itu, efektivitas bendungan di berbagai wilayah juga harus diperhatikan agar dapat mengurangi risiko bencana banjir.

“Ke depannya bencana-bencana yang terkait dengan curah hujan yang cukup keras ataupun sangat tinggi, juga efektivitas dari semua bendungan yang ada di Indonesia dan hal-hal lain,” jelasnya.

DPR dan BNPB Telah Bahas Mitigasi Bencana

DPR RI telah beberapa kali membahas pentingnya mitigasi bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim DPR yang menangani kebencanaan juga secara rutin menyampaikan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

“Ini sudah beberapa kali bahkan sering dibicarakan oleh DPR kepada BNPB, bahkan tim dari kami, tim bencana juga sudah menyampaikan hal ini untuk melakukan mitigasi-mitigasi,” tambah Puan.

Harapan Proses Evakuasi Lancar dan Minim Korban

Puan berharap proses pencarian dan evakuasi korban banjir bandang di Solok dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak ada korban tambahan.

“Saat ini masih dalam proses pencarian atau evakuasi sehingga tidak ada korban lebih banyak lagi yang ada,” katanya.

Situasi Banjir Bandang di Solok

Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran bupati di Kabupaten Solok pada Senin malam, menyebabkan dua orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian hingga Selasa. Empat orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Beberapa kendaraan juga tertimbun material banjir.

Pendataan dampak bencana masih terus dilakukan, termasuk terhadap kantor pemerintahan dan rumah warga yang terdampak.

Pentingnya Kolaborasi dan Antisipasi Strategis

Puan mengingatkan bahwa antisipasi bencana ke depan harus dilakukan secara lebih strategis dan melibatkan gotong royong antar berbagai pihak.

“Koordinasinya harus lebih diperkuat dan antisipasinya juga harus diperkuat dengan gotong royong yang lebih strategis,” ujarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup