Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
PlatMerah.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara serta perwakilan berbagai unsur masyarakat.
Pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
<pUpacara dimulai pukul 08.00 WIB dengan Prabowo sebagai inspektur upacara. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 07.55 WIB mengenakan jas abu-abu, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Kedatangan Presiden disambut oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Komandan upacara adalah Kolonel Marinir Edo Sidharta Halilintar, dengan perwira upacara Brigadir Jenderal TNI Fitirana Nur Heru Wibawa. Pasukan yang mengikuti upacara terdiri atas kompi Polwan, kompi Propam Polri, kompi TNI, serta perwakilan pelajar dari Jakarta.
Peserta dan Tema Upacara
Upacara juga dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, serta sejumlah menteri dan pejabat negara lainnya seperti Menkopolkam Djamari Chaniago, Wamenlu Armanattha Nasir, Menhub Duddy Purwagandhi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan lain-lain.
Surat Edaran Menteri Kebudayaan nomor B668MKTU.02.032026 menetapkan tema hari ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini menegaskan peran Pancasila sebagai dasar negara yang menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.
Latar Belakang Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober sebagai pengingat atas peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang menewaskan tujuh perwira TNI Angkatan Darat. Peristiwa tersebut menimbulkan gejolak politik yang besar dan menjadi titik balik perjuangan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dari upaya penggantian ideologi lain.
Presiden Soeharto menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk menegaskan bahwa Pancasila tetap kokoh dan menjadi dasar negara yang tidak tergantikan.
Signifikansi dan Harapan
Upacara yang dipimpin Presiden Prabowo ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan tema yang diusung, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Perayaan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













