BUMD DKI Galang Bantuan Korban Terdampak Gempa NTT

BUMD DKI Galang Bantuan Korban Terdampak Gempa NTT

PlatMerah.com, Jakarta – Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta mengambil peran aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dikumpulkan berasal dari berbagai BUMD DKI, seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, Pembangunan Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, dan Jakarta Propertindo, serta sejumlah BUMD lainnya.

Bantuan Tunai dan Barang untuk Korban Gempa

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi antara organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan Baznas Bazis DKI Jakarta. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk membantu warga NTT yang terdampak bencana.

Secara rinci, BUMD dan OPD Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 1,11 miliar. Selain itu, BUMD juga menyediakan 202 unit toren air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi terdampak. Bantuan lain yang tak kalah penting adalah pengiriman mobile water treatment plant (WTP) senilai Rp 2,5 miliar guna mendukung penyediaan air bersih bagi warga korban gempa.

Bantuan Pangan dan Perlengkapan Darurat

Selain bantuan tunai dan air bersih, Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat. BPBD DKI menyalurkan makanan siap saji, biskuit, air mineral, serta perlengkapan nonpangan seperti kasur lipat, bantal, selimut, family kit, pakaian anak, terpal, dan karung. Dinas Sosial DKI turut menyiapkan air mineral, paket makanan anak, dan tenda gulung sebagai bagian dari bantuan.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengirimkan kebutuhan medis, seperti cairan infus dan antiseptik. Baznas Bazis DKI berkontribusi dengan menyalurkan bahan pangan tambahan, termasuk sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, hingga rendang.

Distribusi Bantuan Terkoordinasi

Seluruh bantuan yang telah dikumpulkan akan diberangkatkan melalui jalur udara dan laut agar proses distribusi ke NTT berjalan efektif dan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional. Kendaraan pengangkut bantuan bergerak menuju Bandara Halim Perdanakusuma, sementara jalur laut menggunakan Pangkalan TNI Angkatan Laut di Komando Armada I, Jakarta Utara.

Marulitua menegaskan bahwa mekanisme pengiriman ini disusun agar distribusi bantuan dapat terkoordinasi dengan sistem nasional yang dikendalikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Nilai Total Bantuan dan Harapan

Total nilai bantuan yang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 5,8 miliar. Melalui kolaborasi antara OPD, BUMD, Baznas Bazis, dan unsur lainnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap bantuan tersebut dapat segera menjangkau masyarakat terdampak gempa di NTT serta membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat bencana.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup