Motif Pria Lempar Molotov ke 2 Pos Lantas Surabaya Sakit Hati Ditilang
PlatMerah.com, Surabaya – Seorang pria berinisial YGM ditangkap polisi setelah melempar bom molotov ke dua pos lalu lintas di Surabaya. Aksi tersebut menyebabkan seorang anggota polisi mengalami luka. Pelaku mengaku melakukan aksi ini karena merasa sakit hati setelah ditilang polisi.
Fakta Utama Kasus Lempar Molotov di Surabaya
Insiden pelemparan bom molotov terjadi pada Sabtu malam di Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo dan Pos Lantas Bundaran Waru, Surabaya. Pelaku yang merupakan pengemudi ojek online ini membakar dua molotov yang dibuat dari botol minuman energi dan bensin.
Satu lemparan molotov mengenai pintu depan pos, sementara satu lagi melenceng dan tidak sampai masuk ke dalam ruangan. Polisi sudah menangkap YGM dan saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif dan rangkaian aksinya.
Motif Pelaku
YGM mengaku melakukan tindakan tersebut karena sakit hati setelah ditilang oleh polisi. Ia merasa tidak adil karena ada orang yang dilaporkan warga sebagai orang yang tidak waras namun tidak ditilang.
Dalam pengakuannya, YGM menyatakan, “Iya, habis ditilang. (Sama) ada yang lapor warga ada orang (gila) kok gak ditilang,” seperti yang tercantum dalam unggahan akun Instagram Kapolrestabes Surabaya.
Perilaku Pelaku Sebelum Aksi
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar pos selama dua hari sebelum melakukan pelemparan molotov. Ia sempat berhenti, tidak mengenakan helm, merokok, dan mengejek petugas di pos tersebut.
Seorang anggota polisi menyampaikan, “Dia sekitar dua hari yang lalu bolak-balik di Pos Margorejo tadi. Berhenti, nggak pakai helm, merokok, mengejek-ejek. Ciri-cirinya di CCTV sama.”
Kondisi Pelaku dan Reaksi Lingkungan
Saksi menyatakan pelaku sempat menunjukkan sikap tidak terima saat ditilang. Ia juga kerap melakukan tindakan yang mengganggu seperti tidak memakai helm dan merokok di sekitar pos.
“Pas ditilang memang nggak terima dia. Akhir-akhir ini ada yang nantang dan menyebalkan gitu merokok sengaja nggak pakai helm gitu,” ungkap saksi.
Pemeriksaan dan Tindak Lanjut
YGM kini masih diperiksa secara intensif untuk mengungkap lebih jauh motif dan kemungkinan keterlibatan lain dalam aksi pelemparan molotov ini. Polisi berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan masyarakat di wilayah Surabaya.
Kasus ini menjadi perhatian penting karena melibatkan tindakan kekerasan terhadap aparat kepolisian dan berpotensi mengancam keamanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












