Peluang Menang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Setelah Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan
PlatMerah.com – Presenter Ruben Onsu menghadapi dua persoalan hukum sekaligus, yakni gugatan hak asuh anak dan status tersangka dalam kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp3,5 miliar. Meski menghadapi tekanan hukum ganda, peluang Ruben memenangkan gugatan hak asuh anak dinilai masih terbuka oleh praktisi hukum.
Ruben Onsu menggugat hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lantaran merasa kesulitan bertemu dengan anak-anaknya setelah resmi bercerai dengan mantan istri, Sarwendah, pada tahun 2024. Perjanjian tertulis pascabercerai mengatur jadwal pertemuan Ruben selama dua hingga tiga hari dalam seminggu, namun Ruben menuding Sarwendah melanggar kesepakatan tersebut.
Fakta Utama Gugatan Hak Asuh Anak
Perselisihan hak asuh ini berawal dari keluhan Ruben yang merasa dipersulit berjumpa anak-anaknya. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memastikan proses persidangan tetap berjalan dengan perwakilan kuasa hukum Ruben. Praktisi hukum Abdul Rofi Syakur Alhadi menilai bahwa hak asuh anak berpeluang dialihkan kepada Ruben jika hal tersebut dianggap demi kepentingan terbaik anak.
Status Tersangka Dugaan Penipuan Cek Kosong
Selain gugatan hak asuh, Ruben juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan penipuan investasi senilai Rp3,5 miliar yang dilaporkan oleh seorang dokter berinisial DM. Kasus ini bermula dari investasi pada bisnis makanan sehat yang menjanjikan keuntungan 10 persen, namun tidak terealisasi.
Kuasa hukum Ruben, Machi Ahmad, menjelaskan bahwa dugaan cek kosong terjadi akibat ketidaktahuan Ruben mengenai hukum transaksi perbankan dan perjanjian bisnis. Ruben disebut tidak memiliki dokumen kontrak resmi maupun bukti tanda terima uang saat menyerahkan sejumlah dana melalui temannya. Machi menegaskan bahwa ketidaktahuan ini bukan hanya dialami oleh Ruben, tetapi juga masyarakat umum.
Konteks dan Dampak
Kasus hukum yang dihadapi Ruben Onsu ini memperlihatkan kompleksitas persoalan hukum yang dapat berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional selebriti. Gugatan hak asuh anak menjadi sorotan karena melibatkan kepentingan terbaik anak, sementara kasus pidana mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
Pengadilan dan kepolisian saat ini masih menjalankan proses masing-masing secara terpisah. Sementara itu, publik dan pengamat hukum menunggu hasil dari dua perkara tersebut, yang dapat berdampak pada kehidupan keluarga dan karier Ruben Onsu ke depan.
Meskipun menghadapi status tersangka, Ruben tetap menjalani haknya dalam gugatan perdata hak asuh anak melalui kuasa hukum. Hal ini menunjukkan bahwa proses hukum dapat berjalan secara paralel tanpa saling menghambat.
Situasi ini menegaskan pentingnya pendampingan hukum yang memadai serta pemahaman mendalam terhadap implikasi hukum dari setiap tindakan, terutama dalam transaksi bisnis dan masalah keluarga yang melibatkan selebriti publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










