KDM Tegaskan Perang Terhadap Pengedar Tramadol hingga Tingkat Desa di Jawa Barat
PlatMerah.com, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan perlunya perang terhadap peredaran obat keras tertentu (OKT), termasuk Tramadol, secara menyeluruh hingga tingkat desa dan kelurahan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak hidup dalam ketakutan akibat ulah pengedar obat ilegal dan menegaskan bahwa negara harus hadir dan menang dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang.
Perang Melawan Pengedar Tramadol
Dedi Mulyadi menyatakan, peredaran Tramadol yang selama ini menimbulkan rasa takut di masyarakat tidak boleh dibiarkan. Upaya pemberantasan harus dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh unsur keamanan hingga tingkat bawah. Ia berencana berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk menggerakkan operasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Optimalisasi Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Pemerintah Jawa Barat akan mengoptimalkan peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah masing-masing. Dengan keterlibatan aparat hingga tingkat desa, Dedi yakin peredaran Tramadol dapat ditekan secara efektif.
“Kita fungsikan saja Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing. Tidak boleh ada rasa takut lagi. Masa penjahat membuat rasa takut warga secara umum di wilayahnya,” tegas Dedi.
Perbandingan dengan Penanganan Begal
Dedi Mulyadi membandingkan penanganan peredaran Tramadol dengan upaya pemberantasan begal di Jawa Barat yang menunjukkan hasil positif. Keberhasilan menekan aksi begal berawal dari keberanian aparat dan masyarakat dalam melawan pelaku kejahatan, sehingga rasa takut yang dulu muncul kini mulai hilang.
“Dulu begal waktu awalnya juga menimbulkan rasa takut, hari ini kan hilang rasa takutnya. Mereka juga sudah mulai berkurang,” tambahnya.
Signifikansi dan Dampak
Pernyataan Gubernur ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius dalam memberantas peredaran obat ilegal yang membahayakan masyarakat. Dengan melibatkan aparat di tingkat desa dan kelurahan, diharapkan upaya ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang, khususnya Tramadol.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayahnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










