Kepuasan Embarkasi Jakarta-Bekasi Rendah, Menhaj Nilai Ekspektasi Jemaah Tinggi

Kepuasan Embarkasi Jakarta-Bekasi Rendah, Menhaj Nilai Ekspektasi Jemaah Tinggi

PlatMerah.com, Jakarta – Kepuasan jemaah terhadap layanan embarkasi Jakarta-Bekasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai rendah dengan skor Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) sebesar 78,67 poin. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Muhammad Irfan Yusuf, mengaitkan rendahnya skor tersebut dengan tingginya ekspektasi jemaah metropolitan yang mayoritas berasal dari wilayah tersebut.

Hasil Survei Kepuasan Layanan Haji

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 1447 H/2026 M yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa embarkasi Jakarta-Bekasi mendapatkan nilai terendah dibandingkan embarkasi lain di Indonesia, seperti Banda Aceh yang mencatat nilai tertinggi 85,20 poin. Hal ini menjadi perhatian serius dalam evaluasi pelayanan haji nasional.

Faktor Ekspektasi Jemaah Metropolitan

Menhaj Muhammad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa mayoritas jemaah di embarkasi Jakarta-Bekasi berasal dari kalangan metropolitan dengan harapan pelayanan yang sangat tinggi. Ketika pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut, hal ini memengaruhi penilaian kepuasan secara keseluruhan.

“Mayoritas jemaah adalah orang-orang Jakarta, orang metropolitan yang harapannya cukup tinggi. Sehingga ketika menemukan pelayanan yang mungkin tidak sesuai dengan harapan yang tinggi itu, makanya nilainya agak turun dibandingkan yang lain,” ujar Irfan usai konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Tantangan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Mina

Selain evaluasi pelayanan embarkasi, Menhaj juga menyoroti tantangan utama di Mina, tempat pelaksanaan sebagian besar ritual haji. Kepadatan di lokasi ini menjadi kendala yang harus diatasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah.

Pemerintah pada musim haji 2026 menerapkan skema tanazul, yaitu pengurangan jumlah jemaah yang bermalam di tenda Mina dengan memindahkan sekitar 20 ribu orang ke hotel. Skema ini bertujuan mengurangi kepadatan di tenda Mina dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Menhaj menyampaikan rencana penambahan jumlah jemaah yang mengikuti skema tanazul pada musim haji berikutnya sebagai upaya lanjutan mengatasi tantangan tersebut.

Upaya Evaluasi dan Pengembangan Pelayanan Haji

Rendahnya skor kepuasan embarkasi Jakarta-Bekasi menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara ibadah haji. Pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai terobosan dan penyesuaian skema operasional agar sesuai dengan ekspektasi jemaah, khususnya dari wilayah metropolitan.

Evaluasi yang komprehensif dan tindakan perbaikan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan jemaah sekaligus memberikan pengalaman ibadah haji yang lebih nyaman dan lancar pada masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup