Pesan Terakhir Polisi Korban Tabrak Lari Aiptu Asep ke Istri: Ayah Piket Dulu Ya

Pesan Terakhir Polisi Korban Tabrak Lari Aiptu Asep ke Istri: Ayah Piket Dulu Ya

PlatMerah.com, Bandung – Aiptu Asep Suhara, seorang polisi yang menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung, meninggalkan pesan terakhir yang menyentuh hati untuk istrinya, Eka Yulianti, sebelum menjalankan tugas piket. Kecelakaan tragis ini terjadi pada Minggu dini hari dan mengakhiri nyawa Aiptu Asep di lokasi kejadian.

Pesan Terakhir Sebelum Bertugas

<pEka Yulianti (36), istri Aiptu Asep, menceritakan bahwa suaminya sempat menghubunginya sekitar pukul 23.00 WIB pada Sabtu malam sebelum berangkat piket. Dalam komunikasi tersebut, mereka membahas persiapan keberangkatan anak kedua mereka yang akan pergi ke Persik Kediri. Rencananya, Aiptu Asep akan mengantar anak mereka pada Selasa mendatang.

“Berangkat waktu dinas juga kondisi lagi sehat, sehat. Jam 11 malam itu terakhir komunikasi,” ujar Eka saat ditemui di kediamannya di Gang Gumuruh 4, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Senin (03/09/2026).

Setelah pembicaraan tersebut, Aiptu Asep berpamitan dengan kalimat hangat, “Ayah piket dulu ya.” Eka pun membalas dengan pesan agar suaminya berhati-hati.

Kronologi Kecelakaan Tabrak Lari

Tidak lama setelah berpamitan, Aiptu Asep menjalankan tugas patroli. Namun, sekitar pukul 04.30 WIB pada Minggu (08/09/2026), Eka menerima kabar dari ayahnya yang mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas setempat bahwa suaminya mengalami kecelakaan tabrak lari yang melibatkan sebuah mobil sedan berwarna hitam.

Setelah dilakukan pengecekan kepada keluarga, kabar tersebut ternyata benar. Aiptu Asep meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang dialami.

Reaksi Keluarga dan Kondisi Emosional

Eka membenarkan bahwa status WhatsApp yang beredar luas merupakan status yang dibuat oleh suaminya. Namun, menurut Eka, tidak ada kejadian khusus atau firasat sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Nggak ada apa-apa. Enggak ada maksudnya enggak ada kejadian atau firasat apa, enggak,” tutur Eka.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, suaminya sempat membuat status bernuansa galau, yang lebih berkaitan dengan kekhawatiran akan masa depan anak-anak mereka yang masih kecil.

Situasi di Rumah Duka

Suasana rumah duka di Gang Gumuruh 4, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, dipenuhi kesedihan atas meninggalnya Aiptu Asep. Ia meninggalkan seorang istri dan empat anak yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kepala keluarga.

Signifikansi dan Dampak Kejadian

Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan Aiptu Asep mengingatkan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta penegakan hukum terhadap pelaku tabrak lari. Kejadian ini juga menimbulkan duka mendalam bagi institusi kepolisian dan masyarakat sekitar yang mengenal Aiptu Asep sebagai sosok yang bertugas menjaga keamanan.

Kasus ini masih menjadi perhatian pihak berwenang untuk mengusut pelaku tabrak lari dan memberikan keadilan bagi korban.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup