Helikopter Pemadam Kebakaran di San Juan Argentina Jatuh, 7 Orang Meninggal
PlatMerah.com, San Juan – Sebuah helikopter pemadam kebakaran jenis Bell 412 jatuh di Provinsi San Juan, Argentina bagian barat, pada Rabu (29/7). Kecelakaan ini menewaskan tujuh orang yang terdiri atas petugas pemadam kebakaran, anggota kepolisian, dan personel perlindungan sipil.
Helikopter tersebut sedang dalam perjalanan menuju Provinsi La Rioja untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan di wilayah tersebut. Gubernur San Juan, Marcelo Orrego, menyampaikan duka mendalam melalui akun X-nya, mengonfirmasi jumlah korban jiwa.
Kronologi Kejadian
Layanan darurat melaporkan bahwa helikopter kehilangan kontak dengan pangkalan pada Rabu pagi. Tim pencarian kemudian menemukan lokasi kecelakaan di Taman Alam Ischigualasto, kawasan yang menjadi lokasi kebakaran hutan yang sedang ditangani.
Korban dan Identitas
Menurut pernyataan Gubernur Orrego, para korban terdiri atas petugas pemadam kebakaran, anggota kepolisian, dan personel perlindungan sipil. Identitas lengkap para korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Penyebab Kecelakaan
Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai faktor teknis atau kondisi cuaca yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Konteks Kebakaran Hutan di Argentina
Kebakaran hutan di Argentina, khususnya di wilayah barat, kerap terjadi pada musim kemarau. Provinsi La Rioja dan San Juan merupakan daerah yang rentan terhadap kebakaran hutan akibat suhu tinggi dan vegetasi kering. Helikopter tipe Bell 412 umum digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran karena kemampuan manuvernya yang baik dan kapasitas angkut yang memadai.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Pemerintah Argentina diharapkan dapat menginvestigasi tuntas kecelakaan ini untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













