Foto El Nino Buat Sesak Berkabut Asap
PlatMerah.com – Indonesia menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat pengaruh fenomena El Nino. Musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan parah memicu kabut asap tebal yang mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat di beberapa daerah.
Upaya Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Upaya tersebut meliputi pengerahan armada udara serta operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan dan mengurangi potensi kebakaran.
Data Kebakaran dan Dampak El Nino
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 107.465 hektare lahan terbakar, meningkat sekitar 110 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kepala Menteri Keamanan Djamari Chaniago menyatakan pemerintah dalam kondisi siaga karena cuaca saat ini memperbesar risiko kebakaran. Indikasi terbaru menunjukkan El Nino telah mencapai tingkat intensitas tertinggi di Indonesia.
Dampak Kabut Asap pada Aktivitas Masyarakat
Kabut asap akibat kebakaran hutan mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di Pontianak, Kalimantan Barat, di mana kegiatan belajar mengajar dialihkan ke sistem daring setelah kualitas udara menurun drastis. Kondisi serupa juga terjadi di negara bagian Sarawak, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, dengan 11 wilayah di Sarawak mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Pentingnya Mitigasi dan Penanganan
Fenomena El Nino meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran yang berdampak luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penanganan yang terkoordinasi dan penggunaan teknologi modifikasi cuaca menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak buruk ini. Pemantauan kualitas udara dan kesiapsiagaan di daerah rawan karhutla juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang ekstrem.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













