Kepala Basarnas Pantau Langsung Pencarian Korban Gempa Flores
PlatMerah.com, Flores – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memantau langsung proses pencarian korban gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa dengan magnitudo 7,7 ini telah mengakibatkan 51 orang meninggal dunia dan 132 orang luka-luka, dengan total korban terdampak mencapai 183 orang.
Operasi SAR Intensif di Lokasi Terdampak
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Basarnas bertujuan memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan optimal. Rombongan Basarnas dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Selain itu, Basarnas menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mendukung evakuasi medis udara yang dapat dilakukan dengan cepat apabila diperlukan. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penanganan korban yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Evakuasi dan Pencarian Korban
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat melakukan evakuasi seorang nelayan yang tenggelam saat gempa terjadi di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda. Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 09.30 WITA.
Penyisiran darat juga terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo, khususnya di Kecamatan Reo, Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot. Pencarian dilakukan hingga radius 6,3 kilometer dengan fokus memastikan tidak ada korban lain yang membutuhkan bantuan. Hingga kini, belum ditemukan tambahan korban meninggal dunia.
Konteks dan Upaya Penanganan Pascagempa
Gempa berkekuatan besar ini memicu kerusakan signifikan dan korban jiwa di wilayah Flores dan sekitarnya. Upaya cepat dan terkoordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan darurat pascagempa. Penyiagaan fasilitas evakuasi udara juga menunjukkan kesiapsiagaan dalam merespon keadaan darurat medis.
Monitoring langsung oleh Kepala Basarnas diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan pengambilan keputusan terkait kebutuhan di lapangan, sehingga penanganan korban dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh.
Perkembangan Terbaru dan Pemantauan Lanjutan
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan pemantauan untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat tertangani dengan baik. Penyelamatan dan evakuasi menjadi prioritas utama hingga kondisi dinyatakan aman dan seluruh korban berhasil ditangani.
Basarnas dan instansi terkait berkomitmen untuk terus mengawal situasi dan memberikan respon terbaik demi keselamatan masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











