SAR Sisir Perairan Sumenep Pakai Helikopter, Cari Bangkai KM Mutiara Sentosa 2

SAR Sisir Perairan Sumenep Pakai Helikopter, Cari Bangkai KM Mutiara Sentosa 2

PlatMerah.com, Sumenep – Tim SAR kembali melakukan penyisiran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, menggunakan helikopter Basarnas HR-1301. Upaya ini difokuskan untuk menemukan bangkai KM Mutiara Sentosa 2 serta kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan setelah kapal tersebut mengalami kebakaran pada Minggu, 28 Agustus 2026.

Operasi Pencarian dan Kesiapsiagaan SAR

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa penyisiran melalui udara ini merupakan kelanjutan dari operasi pencarian yang kini sudah dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan sejak Rabu, 5 Agustus 2026. Tim SAR tetap melakukan pemantauan secara intensif sembari menunggu verifikasi dari pihak terkait mengenai jumlah penumpang yang belum ditemukan.

Nanang menambahkan bahwa manajemen sumber daya posko kini berbeda dari sebelumnya. Awalnya, operasi dipusatkan di satu posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, namun saat ini setiap unsur posko menjalankan tugasnya masing-masing. Meski demikian, koordinasi tetap berjalan untuk evakuasi korban jika ada laporan terbaru.

Penyisiran Menggunakan Helikopter dan Kapal SAR

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, KN SAR 249 Permadi juga telah melakukan penyisiran di perairan utara Sumenep dan kembali berlabuh di Dermaga Distrik Navigasi-Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Hari ini, penyisiran udara dilaksanakan dengan menggunakan helikopter rescue AW 139 untuk menjangkau area lokasi kebakaran kapal.

Kronologi dan Kondisi KM Mutiara Sentosa 2

KM Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran saat berlayar di perairan utara Kabupaten Sumenep pada Minggu, 28 Agustus 2026. Kapal yang beroperasi dengan rute Surabaya menuju Makassar ini mengangkut 238 orang. Dari jumlah tersebut, 233 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan 5 orang ditemukan meninggal dunia.

Signifikansi Operasi SAR

Upaya pencarian ini sangat penting untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih belum ditemukan serta untuk mengidentifikasi lokasi bangkai kapal yang dapat memberikan informasi bagi proses investigasi lebih lanjut. Kesiapsiagaan tim SAR dan koordinasi antar instansi terkait menjadi kunci dalam penanganan kondisi darurat seperti ini.

Sampai saat ini, tim SAR terus beroperasi dengan harapan dapat menemukan seluruh korban dan menyelesaikan proses pencarian dengan sebaik mungkin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup