Pasca Disidak Anggota DPR RI, Bulog Gelontorkan 194 Ribu Liter MinyaKita ke Pasar Sidoarjo
PlatMerah.com, Sidoarjo – Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya langsung menambah pasokan minyak goreng bersubsidi MinyaKita ke pasar-pasar rakyat di Kabupaten Sidoarjo setelah ditemukan harga jual masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebanyak 194.316 liter MinyaKita disalurkan sebagai bagian dari operasi pasar untuk menjaga ketersediaan sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Temuan Harga MinyaKita di Pasar Sidoarjo
Langkah cepat Bulog ini menyusul temuan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang mendapati MinyaKita masih dijual hingga Rp22.000 per liter di beberapa lapak Pasar Kalanganyar, Sidoarjo. Padahal, minyak goreng MinyaKita merupakan barang bersubsidi yang pembiayaannya menggunakan anggaran negara sehingga harus dipasarkan sesuai ketentuan harga.
BHS menegaskan bahwa penjualan MinyaKita dengan harga di atas HET merupakan pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara. Ia meminta Satgas Pangan bersama aparat kepolisian segera menelusuri penyebab harga yang masih tinggi tersebut dan memperketat pengawasan distribusi agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara tidak semestinya.
Operasi Pasar Bulog di Sidoarjo
Menanggapi temuan tersebut, Bulog Kantor Cabang Surabaya mempercepat operasi pasar dengan menyalurkan MinyaKita ke beberapa pasar strategis di Sidoarjo, antara lain:
- Pasar Larangan: 106.452 liter
- Pasar Taman: 16.920 liter
- Pasar Krian Baru: 33.600 liter
- Pasar Porong: 17.808 liter
- Pasar Krian Lama: 18.276 liter
- Pasar Kalanganyar
Fuad Indramitra, Pemimpin Cabang Bulog Surabaya, menyatakan operasi pasar ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai HET dan menjaga stabilitas pasokan di pasaran.
“Kami berkomitmen mengawal ketersediaan bahan pangan pokok, termasuk MinyaKita, melalui penyaluran masif ke pasar-pasar strategis di Sidoarjo agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” ujar Fuad pada 1 Agustus 2026.
Pengawasan dan Imbauan untuk Masyarakat
Bulog juga terus memantau distribusi di lapangan agar rantai pasok berjalan lancar dan stok minyak goreng mencukupi di wilayah operasional Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan untuk menjaga ketersediaan bagi konsumen lain.
BHS menambahkan, pengawasan ketat penting dilakukan agar harga minyak goreng bersubsidi tidak memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Satgas Pangan dan aparat kepolisian diharapkan segera bertindak tegas terhadap pelanggaran distribusi minyak goreng ini.
Konteks dan Dampak
Minyak goreng bersubsidi seperti MinyaKita merupakan komoditas penting yang mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Harga yang stabil dan sesuai HET menjadi kunci menjaga inflasi kebutuhan pokok tetap terkendali. Ketidaksesuaian harga jual berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat dan memicu kenaikan harga barang pokok lainnya.
Dengan distribusi yang diperkuat dan pengawasan yang ketat, diharapkan harga MinyaKita di pasar rakyat Sidoarjo dapat segera kembali sesuai ketentuan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










