Cerita Warga Terdampak Gempa M 3,6 di Bantul Suara Gemuruh, Lari ke Luar Rumah

Cerita Warga Terdampak Gempa M 3,6 di Bantul Suara Gemuruh, Lari ke Luar Rumah

PlatMerah.com, Bantul – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis sore pukul 17.20 WIB. Getaran gempa ini disertai suara gemuruh yang menyebabkan sejumlah warga panik dan berlari keluar rumah.

Fakta Utama Gempa di Bantul

  • Gempa terasa selama sekitar 3 detik.
  • Pusat gempa berada di 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km menurut data BMKG.
  • Warga di Bantul, Yogyakarta, dan Gunungkidul merasakan getaran dan suara gemuruh.

Pengalaman Warga Saat Gempa

Lis, warga Sedayu, Kabupaten Bantul, menyatakan, “Gempanya ada suaranya, kaya ada gemuruh. Lumayan kenceng walaupun cuma sebentar.” Suara gemuruh juga terdengar hingga Kota Yogyakarta, seperti yang diungkapkan Seta dari Tomoho, “Goyang kaget, suara gemuruh seperti kendaraan berat truk lewat. Kaya dari atas ke bawah.”

Di Kabupaten Gunungkidul, warga Playen, Tutik, mengaku sempat panik dan berlari keluar rumah. “Rasanya kaki seperti bergetar. Saya sempat teriak lalu keluar rumah,” ujarnya.

Suasana panik juga terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM), terutama di Masjid Kampus UGM saat sedang berlangsung kajian. Wicak, salah satu peserta kajian, menyebutkan, “Terasa di Masjid Kampus UGM, beberapa peserta kajian panik dikit.”

Konteks dan Dampak Gempa

Gempa dengan magnitudo 3,6 termasuk dalam kategori gempa ringan, namun suaranya yang gemuruh dan getaran yang terasa cukup kuat menyebabkan kekhawatiran warga. Suara gemuruh yang mirip kendaraan berat ini menambah kesan menakutkan meskipun durasinya singkat.

Daerah Bantul dan sekitarnya memang termasuk wilayah rawan gempa karena letak geografisnya yang dekat dengan zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Oleh karena itu, kejadian seperti ini menjadi pengingat bagi warga dan instansi terkait untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi bencana secara berkala.

Penanganan dan Informasi Resmi

BMKG selalu memantau aktivitas seismik secara real-time dan memberikan informasi resmi terkait gempa bumi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Warga dianjurkan untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh dan menjauhi benda-benda yang mudah jatuh.

Dengan memahami pengalaman dan fakta yang terjadi, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup