Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T dan Sasaran Utama di Rakortas Program MBG

Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T dan Sasaran Utama di Rakortas Program MBG

PlatMerah.com, Jakarta – Pemerintah secara tegas memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok sasaran utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Jakarta.

Fokus Prioritas Program MBG

Rakortas tersebut menekankan refocusing penerima manfaat Program MBG untuk mempercepat dan memperbaiki tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peningkatan pelayanan khususnya ditujukan kepada daerah 3T, yakni Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku, yang dikenal sebagai wilayah dengan tantangan pemenuhan gizi yang tinggi.

Pemerintah juga memprioritaskan intervensi pada kelompok sasaran utama seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sasaran ini dipilih karena rentan terhadap masalah gizi dan stunting yang dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Langkah Strategis dan Dukungan Kementerian

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa langkah strategis terkait penguatan SPPG di wilayah 3T akan diselesaikan dalam waktu dekat, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan distribusi manfaat program tepat sasaran dan merata.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyatakan dukungannya penuh terhadap kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerah 3T merupakan kelompok yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Mendagri juga memastikan bahwa Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri siap mendukung proses pendataan penerima manfaat guna meningkatkan akurasi dan efektivitas program.

Isu Strategis dan Kolaborasi Lintas Kementerian

Selain pembahasan refocusing dan penguatan SPPG, Rakortas juga membahas sejumlah isu strategis lain untuk mempercepat pelaksanaan Program MBG. Rakortas ini dihadiri oleh berbagai pejabat kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.

Signifikansi Program MBG bagi Pengentasan Stunting

Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka stunting yang masih tinggi di sejumlah daerah, terutama di wilayah 3T. Dengan fokus intervensi yang tepat sasaran, diharapkan pemenuhan gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan anak yang optimal.

Prioritas pemerintah terhadap daerah 3T dan kelompok sasaran utama ini menunjukkan komitmen untuk mengatasi ketimpangan dan memastikan pemerataan akses gizi yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup