1.011 Hektare Lahan Terbakar di Banjar, Titik Api Kembali Muncul di Tungkaran
1.011 Hektare Lahan Terbakar di Kabupaten Banjar
PlatMerah.com, Banjar – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dengan luas area terbakar mencapai 1.011 hektare yang tersebar di 12 kecamatan dan 59 desa. Titik api terbaru terpantau di wilayah Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, sebanyak 178 titik api telah terdeteksi hingga saat ini, dengan sebagian besar lahan yang terbakar berupa lahan tidak produktif. Pihak BPBD terus berupaya memantau dan menanggulangi kebakaran dengan berkoordinasi intensif bersama relawan dan instansi terkait.
Titik Api di Tungkaran
Kebakaran di Desa Tungkaran terjadi pada Rabu dini hari (26 Agustus 2026). Kobaran api yang membakar semak belukar sempat mengkhawatirkan warga karena berlokasi sekitar 50 meter dari jalan dan permukiman. Angin yang bertiup menuju permukiman membuat upaya pemadaman menjadi sangat penting agar api tidak meluas.
Relawan pemadam kebakaran yang turun ke lokasi membawa satu unit mobil tangki untuk membantu penyiraman karena sumber air di lokasi sangat terbatas. Selain kendala akses, minimnya penerangan di malam hari juga menjadi tantangan bagi tim pemadam.
Seorang relawan, Napi, menyampaikan bahwa proses pemadaman memakan waktu hampir dua jam dengan kewaspadaan ekstra terhadap kemungkinan bahaya seperti hewan liar. Upaya ini berhasil menekan kobaran api sehingga tidak menyebar ke permukiman warga.
Upaya Penanggulangan Kebakaran
BPBD Kabupaten Banjar terus menyiapkan posko dan personel yang standby 24 jam di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan untuk mengerahkan heli bombing jika kebakaran sulit dijangkau dari darat.
- Penempatan posko di titik rawan kebakaran
- Koordinasi dengan relawan pemadam swasta
- Penggunaan heli bombing untuk area sulit dijangkau
Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalisasi kerusakan lahan dan ancaman bagi masyarakat sekitar. Kebakaran lahan yang berlangsung secara terus-menerus menjadi perhatian serius karena berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Konteks dan Dampak Kebakaran
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan merupakan masalah tahunan yang dipicu oleh musim kemarau dan aktivitas manusia. Luas lahan yang terbakar tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menyebabkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran menjadi prioritas pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. Kesiapsiagaan dan respon cepat sangat diperlukan terutama di daerah-daerah rawan seperti Kabupaten Banjar dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












