Basarnas Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Arupadhatu 1, Tetap Lakukan Pemantauan di Selat Sunda

Basarnas Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Arupadhatu 1, Tetap Lakukan Pemantauan di Selat Sunda

PlatMerah.com, Banten – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah 10 hari pencarian tidak membuahkan hasil. Meski demikian, Basarnas dan tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan secara berkala di wilayah tersebut.

Keputusan penghentian operasi pencarian ini diambil setelah rapat evaluasi yang melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten, Gubernur Banten Andra Soni, serta keluarga korban. Operasi pencarian awal berlangsung selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari atas permintaan keluarga.

Upaya Pencarian dan Temuan Selama Operasi

Selama masa operasi, tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif di perairan Selat Sunda dan pulau-pulau sekitar lokasi hilangnya speedboat. Beberapa objek ditemukan, antara lain jaket pelampung, terpal, helm, dan galon, namun setelah dikonfirmasi oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), semua temuan tersebut tidak berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan, “Sejak hari pertama hingga hari ke-10 operasi pencarian, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun awaknya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya pencarian secara langsung sudah tidak efektif lagi.

Pemantauan Berkelanjutan Meski Operasi Dihentikan

Meski operasi pencarian dihentikan, Basarnas bersama instansi terkait tetap melanjutkan pemantauan di wilayah perairan Selat Sunda tanpa batas waktu. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa pemantauan dilakukan melalui berbagai metode, seperti penggunaan sistem radar, Vessel Traffic Service (VTS), dan patroli dari Lanal serta Polairud.

“Apabila ada informasi baru atau tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang ditemukan, operasi pencarian akan segera dibuka kembali,” ujar Al Amrad. Pemantauan aktif ini diharapkan dapat memberikan peluang jika ada perkembangan terbaru di lapangan.

Latar Belakang Kejadian

Lima jurnalis foto dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka berangkat dari Carita, Pandeglang, Banten, pada 7 September 2026 dan sempat mengabari kondisi aman sekitar pukul 18.13 WIB sebelum komunikasi terputus.

Jurnalis yang hilang antara lain M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Kru kapal terdiri dari kapten Warta, anak buah kapal Surakman, dan pemandu Heriyanto. Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dan aparat keamanan yang membagi area pencarian dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).

Keputusan penghentian operasi pencarian merupakan langkah sulit namun diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh dan kondisi di lapangan. Pihak Basarnas dan pemerintah daerah menghormati keputusan ini dan tetap berkomitmen menjaga keselamatan serta terus memantau perkembangan agar dapat bertindak cepat jika ditemukan petunjuk baru.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup