Tragedi Tenggelam Melanda: 1 Siswi Tewas di Garut, Puluhan Penumpang KM Nurul Salsa Hilang
Plat Merah – Tragedi tenggelam kembali menimbulkan duka mendalam di Indonesia. Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, dua peristiwa tenggelam terjadi di Garut, Jawa Barat, dan perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Di Garut, seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) meninggal dunia setelah tenggelam di kolam penampungan air, sementara di Selayar, satu orang tewas dan 25 lainnya masih hilang akibat KM Nurul Salsa yang tenggelam.
Delapan Siswi Tenggelam di Garut, Satu Meninggal
Peristiwa tenggelam yang memilukan terjadi di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Kamis (16/7/2026) siang. Delapan siswi MTs Miftahul Ulum Cigedug tenggelam saat berenang di kolam penampungan mata air milik Desa Cidatar. Satu siswi, Siti Jamilah (14), meninggal dunia, sementara tujuh lainnya berhasil diselamatkan. Kejadian bermula saat para siswa selesai mengikuti kegiatan tadabur alam dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Setelah kegiatan, mereka berenang di kolam sedalam 2,5 meter. Para siswi yang awalnya bermain di tepi kolam kemudian masuk ke tengah dan mengalami kesulitan. Warga serta peserta kegiatan segera memberikan pertolongan, namun Siti Jamilah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia. Polres Garut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi. Kapolres Garut melalui Kasi Humas Ipda Susilo Adhi mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung.
KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar: 1 Tewas, 25 Hilang
Sementara itu, di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026). Kapal tersebut mengangkut 78 orang, terdiri dari penumpang dan awak kapal. Hingga hari ketiga pencarian, 52 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal, dan 25 orang masih hilang. Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa data korban terus diperbarui melalui verifikasi lapangan. Operasi pencarian melibatkan KN SAR Kamajaya 104 di sektor II dan KRI Marlin 877 di sektor I, serta pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin untuk pemantauan udara. Pencarian diperluas setelah tiga orang tambahan dilaporkan hilang oleh keluarganya. Kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah laut. Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan korban yang masih hilang.
Nelayan Hilang di Waduk Saguling
Tak hanya itu, seorang nelayan asal Bandung Barat, Angga Permana (27), dilaporkan hilang setelah perahunya bocor saat memancing di Waduk Saguling pada Jumat (17/7/2026). Perahu jukung yang digunakannya tenggelam sekitar pukul 05.00 WIB, dan korban diduga tercebur ke perairan. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga sore hari.
Rangkaian insiden tenggelam ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di sekitar perairan. Kolam penampungan air yang tidak dilengkapi alat keselamatan, serta kapal yang mengalami gangguan teknis, menjadi faktor utama terjadinya musibah. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan dan tidak berenang di lokasi berbahaya tanpa pengawasan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan pengawasan serta penyediaan sarana keselamatan di tempat-tempat rawan tenggelam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












