MRT Jakarta Siapkan 7 Proyek Pengembangan TOD dan Rencana Ekspansi Lintas Timur-Barat

MRT Jakarta Siapkan 7 Proyek Pengembangan TOD dan Rencana Ekspansi Lintas Timur-Barat

PlatMerah.com, Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan tujuh proyek pengembangan di enam lokasi Transit-Oriented Development (TOD) sebagai bagian dari upaya mendukung kawasan perkotaan berkelanjutan. Proyek ini selaras dengan mandat pengembangan TOD dari Gubernur DKI Jakarta dan meliputi pengembangan properti serta interkoneksi di kawasan strategis ibu kota.

Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, menyebutkan bahwa proyek-proyek tersebut antara lain Kali Besar Heritage, XGL Mixed-Use, Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park and Ride, Thamrin Asset Development, Extended Concourse Bundaran HI, dan Dukuh Atas Pedestrian Deck. Semua proyek ini fokus pada peningkatan aksesibilitas dan integrasi moda transportasi di wilayah Jakarta.

Rencana Besar Pengembangan MRT Lintas Timur-Barat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana pengembangan jalur MRT Jakarta lintas Timur-Barat yang ditargetkan groundbreaking pada tahun 2026, dengan harapan peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Jalur ini akan memperluas jaringan MRT yang selama ini hanya melayani koridor Utara-Selatan, menghubungkan wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Bekasi, Jawa Barat.

Rute East-West Line MRT Jakarta akan melintasi Balaraja di ujung barat hingga Cikarang di ujung timur, terdiri dari 48 stasiun dan tiga depo. Pada fase pertama tahap pertama, jalur ini akan membentang dari Tomang, Jakarta Barat hingga Medan Satria, Bekasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembagian pembiayaan proyek ini, yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Pengembangan Hunian Berkonsep TOD dan Rumah Susun Subsidi

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan harapannya agar hunian berkonsep TOD seperti yang dikembangkan di Manggarai dapat diterapkan di lokasi lain. Kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan pihak lain diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik.

BTN sendiri telah menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6 persen sampai lunas, guna mempermudah akses masyarakat terhadap hunian di TOD Manggarai. Pemerintah juga memanfaatkan aset negara dan mendapatkan dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra serta pemanfaatan lahan dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan rumah susun subsidi di wilayah perkotaan.

Pengembangan LRT Jakarta Manggarai-Dukuh Atas

Selain MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan pembangunan lanjutan LRT Jakarta dari Manggarai ke Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer yang dijadwalkan mulai pada awal 2027 dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Koridor ini akan dilengkapi pedestrian deck dan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta kereta bandara, meningkatkan konektivitas dan kemudahan akses transportasi di Jakarta.

Pengembangan jaringan LRT juga direncanakan menuju beberapa lokasi strategis seperti Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, dan Halim, dengan investasi yang signifikan untuk mendukung sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan berbagai proyek TOD dan pengembangan moda transportasi massal yang sedang dan akan dilaksanakan, Jakarta semakin mendekati visi sebagai kota metropolitan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan melalui peningkatan aksesibilitas dan hunian yang terjangkau di kawasan strategis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup