60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
PlatMerah.com, Lumajang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan luas area yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan legislatif yang mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memperkuat langkah mitigasi guna mencegah meluasnya kebakaran dan potensi karhutla di kawasan hutan lain.
Kebakaran Hutan di Gunung Bromo
<pMenurut data Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut, kebakaran di kawasan Bromo menjadi bagian dari tren peningkatan karhutla yang signifikan. Pada periode Januari hingga Juni 2026, luas areal yang terbakar mencapai 107.465,47 hektare, jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Desakan Legislator untuk Mitigasi Proaktif
Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, menegaskan pentingnya respons cepat dari Kemenhut. Ia menyatakan bahwa pemerintah harus mengedepankan sistem kesiapsiagaan nasional yang bersifat proaktif, terutama menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang dipicu fenomena iklim El Nino.
“Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat, bukan hanya fokus memadamkan api, melainkan juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi di daerah lain,” ujarnya di Jakarta pada Kamis (6/8).
Strategi Pencegahan dan Penguatan Koordinasi
Hindun menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan hutan. Beberapa langkah yang harus dioptimalkan antara lain:
- Memperketat patroli terpadu di kawasan hutan
- Melakukan pemantauan titik panas (hotspot) secara intensif
- Menyiagakan peralatan pemadaman modern
- Menggencarkan edukasi mitigasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan
Selain itu, ia mengajak penguatan koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pengelola taman nasional, dan kelompok relawan lokal. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan deteksi dini dan respons yang efektif terhadap kebakaran hutan.
Dampak dan Pentingnya Mitigasi Karhutla
Langkah mitigasi yang kuat tidak hanya penting untuk melindungi keanekaragaman hayati di kawasan Bromo dan sekitarnya, tetapi juga berperan dalam menekan emisi karbon serta menjaga keselamatan warga dari bencana asap dan kekeringan. Dengan mitigasi yang tepat, risiko kerusakan lingkungan dan dampak sosial akibat karhutla dapat diminimalisasi secara signifikan.
Fenomena El Nino yang diprediksi berpotensi memicu kekeringan ekstrem menambah urgensi penguatan mitigasi karhutla di Indonesia. BMKG bahkan mencatat ribuan titik karhutla di berbagai wilayah pada tahun ini, menandakan perlunya antisipasi yang lebih serius dan terintegrasi.
Kesimpulan
Kebakaran hutan seluas 60 hektare di Gunung Bromo menjadi peringatan penting bagi pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk meningkatkan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla secara proaktif dan kolaboratif. Strategi yang menyeluruh dan terintegrasi diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran hutan di masa mendatang serta melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












