Hari Kelima Pencarian 5 Wartawan Hilang, SAR Sisir Perairan Pulau Sertung
PlatMerah.com, Banten – Operasi pencarian terhadap lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki hari kelima pada Sabtu, 19 September 2026. Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sertung sebagai upaya menemukan korban.
Fokus Pencarian di Perairan Pulau Sertung
Untuk hari kelima, pencarian dilakukan dengan kapal patroli KP Sanjaya yang berangkat dari Pelabuhan Pelindo Ciwandan menuju Pulau Sertung, menempuh jarak sekitar 40 mil sekali jalan atau 80 mil perjalanan pulang-pergi. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa fokus operasi adalah memantau wilayah perairan sekitar Pulau Sertung dan titik terakhir kontak rombongan yang hilang.
“Pagi hari ini kita melakukan pencarian hari kelima. Dari Pelabuhan Ciwandan, kita menuju Pulau Sertung dengan jarak kurang lebih 40 mil. Nanti perjalanan pergi dan kembali kurang lebih 80 mil,” jelas Hengki.
Protokol Keselamatan dan Koordinasi dengan Nelayan
Dalam operasi pencarian ini, personel SAR tidak turun ke Pulau Sertung karena pertimbangan keselamatan dan status Gunung Anak Krakatau yang masih Level III (siaga). Tim SAR memantau situasi di laut sekaligus mengantisipasi adanya benda atau puing kapal yang mungkin ditemukan, serta berkoordinasi dengan nelayan yang aktif di wilayah tersebut.
“Kita memantau secara umum situasi yang ada di sekitar laut. Kita juga mengantisipasi kemungkinan adanya benda-benda atau puing kapal, serta berkoordinasi dengan para nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut,” ujar Hengki.
Pengawasan Zona Bahaya oleh PVMBG
Polda Banten mengikuti arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait batas aman aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Wilayah radius 3 kilometer dari gunung masih dianggap berbahaya dan menjadi zona yang harus dihindari selama status Level III atau siaga masih berlaku.
“Radiusnya masih zona yang berbahaya. Kita mengikuti arahan PVMBG yang memantau level III atau siaga, sehingga ada batas radius 3 kilometer yang harus kita patuhi,” tambah Hengki.
Penemuan Life Jacket dan Klarifikasi
Selama pencarian, ditemukan dua life jacket yang kemudian dikonfirmasi bukan milik kapal KM Arupadatu 1 yang digunakan rombongan. Kapolda Banten menjelaskan, setelah konfirmasi dengan pemilik kapal, kedua life jacket tersebut bukan perlengkapan keselamatan dari kapal yang hilang tersebut.
“Untuk penemuan pertama, satu life jacket dan pelampung warna putih, setelah kita konfirmasi kepada pemilik kapal, Bapak Sandi Wiarsa, bukan merupakan sarana keselamatan yang dimiliki kapal Arupadatu 1. Termasuk penemuan pada hari keempat, satu life jacket juga sudah dikonfirmasi dan bukan milik kapal tersebut,” terang Hengki.
Koordinasi dan Harapan Tim SAR
Pembagian sektor pencarian tetap dikoordinasikan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama seluruh unsur SAR gabungan. Pergerakan kapal dan pola pencarian disesuaikan dengan kondisi cuaca, keselamatan, dan informasi terbaru yang didapat di lapangan.
“Kami berharap kegiatan di hari kelima pencarian ini dapat membuahkan hasil. Yang paling utama, kami berharap mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kita semua terus berdoa untuk itu,” tutup Kapolda Banten.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











