Febrie Sempat Minta Sutrimo Pulang Kampung, Ditemani 2 Orang Tak Dikenal
PlatMerah.com, Jakarta – Sutrimo, Kepala Rumah Tangga Eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Ardiansyah, sempat diminta pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, sebelum meninggal dunia. Permintaan tersebut datang langsung dari Febrie dan dikabarkan Sutrimo akan didampingi oleh dua orang tak dikenal saat perjalanan pulang.
Permintaan Pulang Kampung
<pMenurut penasihat hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, Febrie menghubungi Sutrimo dan meminta agar pulang ke Banyumas sebelum tanggal 19 Juli 2026. Namun, komunikasi antara keluarga dan Sutrimo melalui WhatsApp hanya tercatat antara tanggal 19 hingga 23 Juli, sementara data percakapan sebelumnya hilang dan sedang dalam proses pemulihan oleh kepolisian.
Sutrimo mengaku tidak memiliki uang untuk biaya perjalanan, namun Febrie sudah menyiapkan tiket dan mengatur agar Sutrimo ditemani oleh dua orang dari stasiun Purwokerto. Identitas dua orang pendamping tersebut tidak diketahui oleh keluarga, hanya disebutkan bahwa salah satu berasal dari Cilacap.
Kemudian Meninggal Dunia di Jakarta
Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent di kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
Jenazah Sutrimo kemudian dimakamkan pada Kamis, 23 Juli 2026, di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Tindak Lanjut Keluarga
Keluarga Sutrimo telah mendatangi Polresta Banyumas pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026, untuk membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP79VIII2026SPKTPOLRESTA BANYUMASPOLDA JAWA TENGAH.
Konteks dan Pentingnya Informasi
Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan figur penting yakni mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah, dan menunjukkan adanya kejanggalan dalam komunikasi serta pendampingan Sutrimo yang tidak diketahui oleh keluarga. Polisi terus mendalami penyebab kematian Sutrimo untuk memastikan kejelasan kasus ini bagi keluarga dan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











