Gubernur NTB Ungkap Proses Restorasi Desa Adat Sade Akan Memakan Biaya Tinggi

Gubernur NTB Ungkap Proses Restorasi Desa Adat Sade Akan Memakan Biaya Tinggi

PlatMerah.com, Lombok Tengah – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen melakukan restorasi terhadap Kampung Adat Sade di Lombok Tengah setelah kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah rumah dan fasilitas di kawasan tersebut. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa proses restorasi ini akan memakan biaya cukup besar karena harus mempertahankan karakter asli dan nilai budaya kawasan adat Sade.

Fokus Penanganan Warga Terdampak

Sebelum memulai proses restorasi, pemerintah daerah memprioritaskan penanganan terhadap warga yang terdampak kebakaran. Sebanyak 70 kepala keluarga yang tinggal di kawasan adat tersebut menjadi perhatian utama, terutama terkait kebutuhan dasar dan pemulihan kondisi pascakebakaran.

Karakter dan Nilai Budaya yang Harus Dijaga

Kampung Adat Sade merupakan permukiman masyarakat Suku Sasak yang masih mempertahankan rumah tradisional, adat istiadat, kesenian, dan tradisi turun-temurun. Oleh karena itu, restorasi tidak boleh mengubah karakter asli kawasan. Bangunan yang terbakar akan dibangun kembali menyerupai kondisi semula agar nilai sejarah dan budaya tetap terjaga.

Proses Restorasi Butuh Biaya Besar

Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa restorasi merupakan proses yang mahal karena harus dilakukan secara detail dan sesuai standar pelestarian budaya. Pembangunan kembali harus mempertimbangkan keaslian bahan dan teknik bangunan tradisional. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk memastikan kawasan adat tidak kehilangan identitasnya.

Penyebab Kebakaran Sedang Diinvestigasi

Pemerintah juga tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi pada malam Sabtu, 22 Agustus 2026. Salah satu dugaan awal adalah gangguan pada aliran listrik di beberapa bangunan, namun hal ini masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

Peran Kampung Adat Sade dalam Pariwisata Budaya

Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya masyarakat Sasak, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok. Restorasi yang berhasil akan mendukung upaya pelestarian sekaligus menjaga potensi pariwisata daerah.

Tahapan Selanjutnya

  • Penanganan kebutuhan warga terdampak kebakaran
  • Inventarisasi bangunan dan benda budaya yang rusak
  • Perencanaan restorasi dengan mempertimbangkan nilai sejarah dan budaya
  • Pelaksanaan restorasi dengan standar pelestarian yang ketat
  • Investigasi penyebab kebakaran untuk mencegah kejadian serupa

Pemerintah daerah NTB berkomitmen untuk memastikan proses restorasi Desa Adat Sade berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ada, sekaligus memperhatikan kesejahteraan warga terdampak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup