Eri Cahyadi Pastikan PAD Surabaya Sesuai Target, Realisasi Capai 98 Persen
Surabaya Mantapkan Kinerja Keuangan dengan Evaluasi Bulanan
Plat Merah – Surabaya, 9 Juli 2026 – Kota Surabaya mencatatkan capaian menarik dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Semester I Tahun 2026. Dengan realisasi 98 persen dari target yang telah ditetapkan, Pemerintah Kota melalui Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa pendapatan daerah tetap berada di jalur yang direncanakan. Angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengelola sumber daya keuangan daerah secara efisien.
| Indikator | Semester I 2026 | Target Tahunan |
|---|---|---|
| Realisasi PAD | 98% | 100% |
| Komposisi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) | 32% | 35% |
| Pajak Reklame | 22% | 25% |
| Retribusi Jasa Umum | 18% | 20% |
| Lainnya | 28% | 20% |
Strategi Dinamis untuk Menjaga Stabilitas PAD
Menurut Eri Cahyadi, pencapaian ini berkat sistem evaluasi bulanan yang ketat. “Setiap bulan kita lakukan evaluasi komprehensif. Target tidak dipukul rata karena setiap jenis pajak memiliki pola pembayaran yang berbeda,” jelasnya. Salah satu faktor kunci adalah penyesuaian target berdasarkan karakteristik penghasilan pajak. Misalnya, PBB yang jatuh tempo pada pertengahan tahun memberikan kontribusi signifikan terhadap realisasi PAD di kuartal kedua.
- Implementasi sistem digitalisasi pemungutan pajak
- Peningkatan intensitas sosialisasi pajak kepada wajib pajak
- Koordinasi lintas instansi untuk optimalisasi penerimaan
- Peluncuran program insentif bagi pelaku usaha yang patuh pajak
Kronologi Kinerja PAD Surabaya
| Bulan | Realisasi (%) | Kendala Utama |
|---|---|---|
| Januari 2026 | 95% | Penurunan retribusi transportasi |
| Februari 2026 | 96% | Hujan lebat menghambat aktivitas pajak retribusi |
| Maret 2026 | 97% | Kurangnya kepatuhan sektor UMKM |
| April 2026 | 98% | Stabilitas kontribusi PBB |
| Mei 2026 | 98% | Optimalisasi pajak reklame |
| Juni 2026 | 98% | Program insentif pajak berjalan baik |
Dampak Ekonomi dan Implikasi Politik
Capaian ini memiliki dampak signifikan bagi pengembangan infrastruktur dan layanan publik di Surabaya. Dengan PAD yang stabil, pemerintah dapat mempercepat proyek strategis seperti revitalisasi sistem drainase, perluasan jaringan transportasi, dan peningkatan kualitas pendidikan. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam mempertahankan momentum pertumbuhan di semester kedua.
“PAD yang sehat memungkinkan kami menjalankan visi Surabaya sebagai kota inklusif dan berkelanjutan,” kata Eri Cahyadi. Namun, analis ekonomi mengingatkan bahwa ketergantungan pada pajak properti (PBB) mencapai 32 persen membuat PAD rentan terhadap fluktuasi properti dan kebijakan nasional. Diversifikasi sumber pendapatan daerah menjadi penting untuk memperkuat ketahanan finansial.
Komparasi dengan Kota Lain
| Kota | Realisasi Semester I 2026 | Kota Tahun Lalu |
|---|---|---|
| Surabaya | 98% | 92% |
| Jakarta | 94% | 89% |
| Bandung | 88% | 85% |
| Medan | 83% | 78% |
Pencapaian Surabaya yang jauh di atas rata-rata kota besar ini menunjukkan konsistensi kebijakan pemerintah daerah. Namun, perlu diwaspadai adanya risiko inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat, yang pada gilirannya bisa memengaruhi kontribusi pajak sektor UMKM.
Dengan momentum positif ini, Surabaya berada di posisi yang kuat untuk mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang stabil sambil memastikan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













