Marta Kostyuk Tembus Semifinal Wimbledon, Kecam Keputusan IOC Soal Atlet Rusia

Marta Kostyuk Tembus Semifinal Wimbledon, Kecam Keputusan IOC Soal Atlet Rusia

Plat Merah – Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, berhasil menorehkan sejarah dengan melaju ke semifinal Wimbledon 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Kemenangan ini diraih setelah ia mengalahkan petenis Italia, Jasmine Paolini, dengan skor telak 6-3, 6-2 dalam pertandingan perempat final yang berlangsung di Centre Court, London, pada Rabu (8/7/2026).

Kostyuk tampil dominan sepanjang pertandingan. Ia melesakkan 19 winner, termasuk forehand mematikan yang tercatat mencapai kecepatan 96 mph. Pelayanan servisnya pun nyaris sempurna, hanya kehilangan tiga poin pada set pertama dan tidak menghadapi satu pun break point. Kegesitan dan ketahanan fisiknya, yang diasah sejak kecil melalui latihan senam, terlihat jelas saat ia mampu mengembalikan bola-bola sulit dan mengubahnya menjadi serangan balik yang mematikan.

Kemenangan ini menjadi pencapaian tertinggi Marta Kostyuk di ajang Grand Slam. Sebelumnya, ia juga sukses melaju ke semifinal Perancis Terbuka pada bulan lalu. Dengan hasil ini, Kostyuk untuk pertama kalinya masuk dalam jajaran 10 besar dunia WTA secara langsung. Ia juga menjadi petenis putri Ukraina kedua yang mencapai semifinal Wimbledon setelah Elina Svitolina pada 2019 dan 2023.

Usai pertandingan, Kostyuk tak kuasa menyembunyikan kegembiraannya. “Pertama-tama, halo Centre Court, pertama kali bermain di lapangan yang luar biasa ini. Menang di sini bahkan tidak ada dalam rencana, saya hanya ingin tampil dan memberikan pertunjukan yang menarik,” ujarnya dalam wawancara di lapangan.

Di luar lapangan, Marta Kostyuk juga menyuarakan kritik keras terhadap keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mengizinkan atlet Rusia untuk berkompetisi di Olimpiade 2028. Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Kostyuk menyebut keputusan tersebut sebagai “keputusan yang mengerikan.” Ia menegaskan bahwa langkah IOC tersebut tidak peka terhadap penderitaan rakyat Ukraina yang masih berjuang melawan invasi Rusia.

“Ini adalah keputusan yang mengerikan dari IOC. Mereka membiarkan atlet dari negara agresor berkompetisi seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Saya tidak bisa diam saja,” kata Kostyuk dengan nada tegas. Pernyataan ini pun mendapat dukungan luas dari publik Ukraina dan komunitas internasional yang menentang agresi Rusia.

Di semifinal, Kostyuk akan menghadapi unggulan kesembilan asal Republik Ceko, Linda Noskova, yang juga tampil impresif setelah mengalahkan Elise Mertens dari Belgia 6-3, 7-5. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat kedua pemain sama-sama dalam performa terbaik. Noskova sendiri mencatatkan 10 kemenangan dalam 11 pertandingan terakhirnya di lapangan rumput musim ini.

Pencapaian Marta Kostyuk di Wimbledon tahun ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Ukraina, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat juangnya tidak pernah padam meskipun negaranya dilanda konflik. Dengan dukungan penuh dari para penggemar, Kostyuk siap memberikan perlawanan terbaik di semifinal dan bermimpi melangkah lebih jauh.

Keberhasilan Kostyuk juga menandai era baru dalam tenis putri Ukraina. Ia menjadi inspirasi bagi generasi muda di negaranya untuk terus berjuang dan berprestasi di tengah segala keterbatasan. Semifinal Wimbledon akan menjadi panggung pembuktian apakah ia mampu menyaingi petenis-petenis top dunia dan membawa pulang gelar juara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup