Tarif TransBandara Blok M–Soetta Rp 15.000 Dianggap Wajar dan Murah

Tarif TransBandara Blok M–Soetta Rp 15.000 Dianggap Wajar dan Murah

PlatMerah.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan tarif baru Rp 15.000 per penumpang untuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mulai 1 September 2026. Pengamat transportasi menilai tarif tersebut wajar dan merupakan bentuk perlindungan negara terhadap daya beli masyarakat.

Kebijakan ini diharapkan diiringi peningkatan kualitas layanan, terutama kepastian waktu tempuh dan fasilitas pendukung seperti ramp koper di Terminal Blok M. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkomitmen menjaga kepuasan masyarakat yang mencapai 97,5 persen.

Tarif Rp 15.000: Wajar dan Melindungi Masyarakat

Pengamat transportasi Yayat Supriyatna menyatakan tarif Rp 15.000 untuk layanan menuju bandara merupakan tarif pelayanan publik yang wajar. Menurutnya, pelayanan transportasi memiliki dua model, yaitu pelayanan publik dan bisnis. Layanan menuju bandara termasuk dalam kategori pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa tarif ini masih mencerminkan perlindungan sosial karena pemerintah memberikan subsidi agar layanan tetap terjangkau. “Saya kira tarif Rp 15.000 merupakan bentuk perlindungan negara terhadap daya beli masyarakat,” ujarnya.

Biaya Produksi dan Subsidi Pemerintah

Biaya produksi layanan TransBandara Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar Rp 70 ribu per penumpang untuk jarak tempuh 64 kilometer. Selisih biaya tersebut ditanggung melalui subsidi Pemprov DKI Jakarta.

Dengan subsidi ini, masyarakat tetap memperoleh layanan transportasi menuju bandara dengan tarif terjangkau. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang ramah bagi masyarakat.

Komitmen Transjakarta Tingkatkan Layanan

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, memastikan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penataan area keberangkatan di Terminal Blok M agar lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper, penyediaan armada dengan ruang bagasi khusus, serta peningkatan ketepatan jadwal dan sinkronisasi dengan waktu penerbangan.

“Kami fokus menjaga kepastian jadwal kedatangan bus dan kenyamanan fasilitas sehingga tingkat kepuasan masyarakat yang sudah mencapai 97,5 persen dapat terus dipertahankan,” tegasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup