Giliran Emiten Haji Isam Buka Suara soal Rumor Caplok BYAN

Giliran Emiten Haji Isam Buka Suara soal Rumor Caplok BYAN

PlatMerah.com – Rumor mengenai rencana akuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi. Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menyatakan bahwa hingga saat ini, perusahaan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN sebesar 62,2% seperti yang ramai diperbincangkan di pasar.

Indra menegaskan bahwa sampai dengan tanggal penyampaian pernyataan tersebut, pihak JARR maupun grupnya belum menerima konfirmasi maupun pemberitahuan resmi dari pemilik manfaat utama (Ultimate Beneficial Owner/UBO), yakni Haji Isam, terkait adanya rencana aksi korporasi tersebut. Ia juga memastikan rumor ini tidak mempengaruhi pergerakan harga saham JARR di Bursa Efek Indonesia.

Reaksi Manajemen Bayan Resources

Manajemen BYAN juga membantah rumor tersebut. Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham oleh pihak manapun, termasuk JARR dan entitas terkait Haji Isam. Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN menyampaikan bahwa mereka akan mempertimbangkan berbagai peluang investasi untuk memaksimalkan nilai investasi di perusahaan secara berkelanjutan.

Jenny juga menekankan bahwa perusahaan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan ataupun nilai transaksi terkait rumor tersebut. Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk meluruskan spekulasi yang beredar dan menjaga stabilitas harga saham BYAN.

Dampak Rumor terhadap Pergerakan Saham BYAN

Saham BYAN sempat mengalami penurunan signifikan hingga 6,95% pada perdagangan hari Rabu (19/8/2026) setelah rumor akuisisi oleh Jhonlin Grup merebak. Penurunan tersebut memicu kepanikan di kalangan investor, terutama investor ritel yang cenderung reaktif terhadap berita pasar modal. Meski demikian, tren penurunan ini merupakan respons sementara dan tercatat setelah manajemen BYAN menyampaikan bantahan resmi.

Dalam lima hari terakhir sebelum rumor merebak, saham BYAN justru menunjukkan penguatan yang cukup impresif sebesar 33,68%. Lonjakan harga saham tersebut menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap emiten batu bara ini, sebelum kemudian terganggu oleh ketidakpastian akibat rumor akuisisi.

Kondisi Kepemilikan Saham dan Kapitalisasi Pasar

Komposisi pemegang saham BYAN saat ini didominasi oleh Low Tuck Kwong yang menguasai 40,25% saham, dan putrinya, Elaine Low, sebesar 22%. Jika digabungkan, kepemilikan keluarga Low mencapai 62,25%. Selain itu, terdapat beberapa pemegang saham institusional dari Korea yang memiliki porsi saham minoritas.

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar BYAN berada di kisaran Rp 480 triliun, jauh lebih besar dibandingkan total kapitalisasi pasar empat emiten utama yang dimiliki oleh Haji Isam, yang jika digabungkan mencapai sekitar Rp 74,29 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa akuisisi mayoritas saham BYAN akan menjadi langkah strategis yang besar bagi pihak manapun yang ingin mengambil alih kendali perusahaan ini.

Kesimpulan

Hingga saat ini, baik PT Jhonlin Agro Raya Tbk maupun PT Bayan Resources Tbk secara resmi membantah adanya rencana akuisisi mayoritas saham BYAN oleh Haji Isam. Informasi ini penting bagi investor dan pelaku pasar modal untuk mempertimbangkan keputusan investasi dengan data yang akurat dan resmi. Rumor yang beredar sejauh ini belum dikonfirmasi dan tidak menutup kemungkinan munculnya perkembangan lebih lanjut, namun saat ini situasi masih stabil berdasarkan pernyataan resmi kedua perusahaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup