Pabrik Motor Listrik RI Mampu Produksi 2,5 Juta Unit, Penyerapan Pasar Baru 2,2 Persen
PlatMerah.com – Industri sepeda motor listrik di Indonesia memiliki kapasitas produksi yang besar, mencapai 2,511 juta unit per tahun dari 69 perusahaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua dan roda tiga. Namun, penyerapan pasar terhadap motor listrik ini masih sangat rendah, baru sekitar 2,2 persen dari kapasitas yang tersedia.
Kapasitas Produksi dan Investasi Industri Motor Listrik
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kapasitas produksi tersebut berasal dari 69 perusahaan industri KBLBB yang beroperasi di tanah air. Total investasi yang telah ditanamkan oleh industri KBLBB roda dua dan roda tiga mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Kapasitas besar ini menunjukkan potensi industri kendaraan listrik Indonesia yang cukup signifikan.
Penyerapan Pasar yang Masih Kecil
Meski kapasitas produksi besar, penjualan motor listrik nasional pada tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit atau sekitar 2,2 persen dari kapasitas produksi. Angka ini menurun dibandingkan penjualan tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit. Penurunan ini menjadi perhatian karena sebelumnya pasar motor listrik sempat menunjukkan tren peningkatan selama dua tahun berturut-turut.
Perkembangan Penjualan Motor Listrik 2022-2025
- 2022: 17.198 unit terjual
- 2023: 62.409 unit terjual
- 2024: 77.078 unit terjual (mengalami peningkatan berkat bantuan pembelian)
- 2025: 55.059 unit terjual (menurun dari tahun sebelumnya)
Peningkatan penjualan pada 2023 dan 2024 dipengaruhi oleh program bantuan pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit yang disyaratkan memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Program ini melibatkan 22 industri dan 70 tipe kendaraan, dengan penyaluran bantuan yang meningkat signifikan dari 11.532 unit pada 2023 menjadi 62.541 unit pada 2024.
Ketergantungan Pasar pada Stimulus Pemerintah
Penurunan penjualan motor listrik pada 2025 menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik roda dua masih sangat bergantung pada stimulus pemerintah dalam mendorong permintaan. Menperin Agus menyatakan bahwa pengalaman ini menunjukkan pentingnya peran stimulus pasar dalam pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua.
Kebutuhan Sinkronisasi Pengembangan Pasar dan Produksi
Untuk mendukung keberlanjutan industri motor listrik nasional, pengembangan pasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas produksi. Hal ini penting agar industri memiliki kepastian dalam menyerap produk yang dihasilkan dan mendorong investasi serta pendalaman struktur industri.
Agus menekankan pentingnya kebijakan yang mengintegrasikan pengembangan permintaan dan pasokan sehingga industri mendapat kepastian pasar dan terus terdorong melakukan inovasi serta ekspansi produksi.
Penutup
Dengan kapasitas produksi mencapai jutaan unit, industri motor listrik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, tantangan utama saat ini adalah meningkatkan penyerapan pasar agar sesuai dengan kemampuan produksi. Stimulus pemerintah dan kebijakan yang mendukung perlu terus dikembangkan untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan ini di masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












