3 Perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan Kartu Kredit Konvensional
PlatMerah.com – Kartu Kredit Indonesia (KKI) merupakan inovasi terbaru yang diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memperkuat sistem pembayaran domestik dan mendukung ekosistem ekonomi digital nasional.
KKI hadir dengan sejumlah perbedaan signifikan dibandingkan kartu kredit konvensional yang umum digunakan saat ini. Berikut adalah tiga perbedaan utama antara Kartu Kredit Indonesia dengan kartu kredit konvensional.
Bentuk dan Cara Penggunaan
Kartu kredit konvensional biasanya tersedia dalam bentuk fisik maupun digital, dengan transaksi yang diproses melalui kanal pembayaran bank penerbit dan jaringan kartu internasional. Sebaliknya, KKI pada tahap awal hanya tersedia dalam bentuk kartu digital.
Pengguna KKI dapat melakukan transaksi melalui ekosistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), termasuk QRIS Merchant Presented Mode (MPM), QRIS Customer Presented Mode (CPM), dan QRIS Tap. Hal ini memungkinkan pembayaran yang lebih mudah dan luas di Indonesia karena QRIS telah banyak digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Transaksi Diproses Secara Domestik
Salah satu keunggulan KKI adalah seluruh transaksi diproses melalui infrastruktur sistem pembayaran nasional di dalam negeri. Ini berbeda dengan kartu kredit konvensional yang menggunakan jaringan prinsipal internasional untuk memproses transaksi.
Proses transaksi secara domestik ini merupakan upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan efisiensi sistem pembayaran di Indonesia serta menjaga keamanan dan kecepatan proses transaksi.
Penggunaan di Luar Negeri Terbatas
Walaupun KKI adalah produk pembayaran domestik, penggunaannya di luar negeri masih memungkinkan, tetapi terbatas pada negara-negara mitra QRIS Cross Border Indonesia. Saat ini, negara-negara mitra tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Transaksi di negara mitra hanya dapat dilakukan melalui skema QRIS Cross Border yang berlaku. Berbeda dengan kartu kredit konvensional berprinsipal internasional yang dapat digunakan secara luas di berbagai negara dan jaringan merchant di seluruh dunia.
Peran Kartu Kredit Indonesia dalam Ekosistem Keuangan Digital
Kehadiran KKI diharapkan dapat memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan pembayaran digital yang efisien dan inklusif. Dengan memanfaatkan QRIS sebagai kanal transaksi, KKI juga mendukung percepatan digitalisasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran yang mandiri dan berdaulat, sekaligus memberikan kemudahan dan pilihan baru bagi pengguna dalam bertransaksi secara aman dan praktis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













