PNM Peduli dan Kementerian PU Percepat Akses Air Bersih untuk Pengungsi Gempa NTT
PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Upaya penyediaan akses air bersih bagi pengungsi terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui kolaborasi antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kedua pihak fokus menyediakan kebutuhan air bersih yang sangat vital bagi ribuan warga yang masih bertahan di posko pengungsian.
Kementerian PU mengakselerasi pemulihan infrastruktur air bersih dan sanitasi di sejumlah lokasi terdampak gempa, terutama di Pulau Palue dan Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kondisi geografis serta kerusakan parah pada prasarana air bersih menjadi tantangan utama dalam penyediaan air bersih. Kementerian PU menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengeksplorasi teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar sebagai solusi efektif dan efisien.
Di sisi lain, PNM Peduli memberikan dukungan dengan memasang dua unit toren air berkapasitas 2.200 liter dan 1.100 liter di Posko Pengungsian Robo, Ruteng. Air bersih yang bersumber dari PDAM Ruteng ini digunakan untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), dan konsumsi warga pengungsi. Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa bantuan bertahap ini disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, setelah sebelumnya menyalurkan bantuan pangan dan perlengkapan dasar.
Perbaikan Infrastruktur dan Distribusi Air Bersih
Kementerian PU melaporkan kerusakan berat pada 481 dari 495 prasarana air bersih di Kabupaten Sikka, khususnya pada Bak Penampung Air Hujan milik masyarakat di Kecamatan Palue. Di wilayah daratan, perbaikan infrastruktur air bersih milik Perumda yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah dilakukan. Selain itu, di Kecamatan Reok, Kementerian PU memperkuat layanan air minum dan sanitasi bagi 2.623 pengungsi di dua posko terpusat, yakni Posko Golo Conggo dan Posko Barangkolong.
Pelayanan air minum di Reok didukung oleh lima unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob, dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter. Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga unit mobil tangki air milik PDAM Komodo, yang mengambil sumber dari Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kabupaten (SPAM IKK) Reok. Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU memobilisasi tambahan sarana dari Lombok, termasuk mobil tangki air, mobil vakum, dump truck, portable MCK, dan unit Biority.
Dampak Gempa Terhadap Layanan Air Bersih
Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026 berdampak signifikan pada layanan air bersih. Di Manggarai Timur, sebanyak 6.821 pelanggan layanan air bersih mengalami gangguan akibat kerusakan pipa transmisi yang retak, bocor, dan terputus. Dari 12 titik terdampak, sembilan masih dalam proses perbaikan sementara tiga titik telah diperbaiki dan melayani 3.381 pelanggan. Perbaikan dilakukan dengan pengelasan pipa, penambahan debit air, dan pengaturan pelayanan secara bergilir.
Pentingnya Akses Air Bersih bagi Pengungsi
Untuk warga yang tinggal di pengungsian, akses air bersih adalah kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Ketersediaan air bersih membantu menjaga kebersihan lingkungan pengungsian sekaligus mendukung kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat. Infrastruktur sederhana seperti toren air yang disediakan PNM Peduli memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan air secara bersama dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan meningkatkan kualitas hidup selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.
PNM dan Kementerian PU terus berkoordinasi dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kondisi lapangan untuk memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi dapat terpenuhi secara optimal bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













