Polling kumparan Mobil Bensin Masih Jadi Pilihan Teratas, xEV Makin Dilirik

Polling kumparan Mobil Bensin Masih Jadi Pilihan Teratas, xEV Makin Dilirik

PlatMerah.com – Sebuah polling yang dilakukan oleh kumparan pada periode 22 Juli hingga 2 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa mobil berbahan bakar bensin dan diesel masih menjadi pilihan utama sebagian besar pembaca. Dari 305 responden, sebanyak 31,15 persen atau 95 orang memilih tetap setia pada mobil bensin, sementara 19,02 persen atau 58 responden menjadikan kendaraan elektrifikasi (xEV) sebagai pilihan utama mereka.

Hasil Polling dan Minat terhadap xEV

Dalam polling tersebut, selain 31,15 persen yang memilih mobil bensin, sebanyak 26,89 persen atau 82 responden sedang mempertimbangkan untuk beralih ke xEV. Sebanyak 22,95 persen atau 70 responden mengaku masih akan menunggu beberapa tahun lagi sebelum memilih kendaraan elektrifikasi. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap xEV meskipun mobil bensin masih dominan.

Perkembangan Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) semakin populer di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales xEV pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 117.108 unit, atau sekitar 26,8 persen dari total pasar otomotif nasional yang berjumlah 436.564 unit.

Penjualan BEV mendominasi dengan 69.739 unit terjual, menyumbang 59,6 persen dari total penjualan xEV. Segmen HEV menyumbang 42.366 unit atau 36,2 persen, sedangkan PHEV mencapai 5.003 unit dengan porsi 4,3 persen dari total penjualan xEV. Capaian ini hampir menyamai total penjualan xEV sepanjang tahun 2025 yang mencapai 175.144 unit.

Stimulus Pemerintah dan Dampaknya terhadap Pasar xEV

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan xEV dipengaruhi oleh berbagai program stimulus pemerintah. Program tersebut termasuk pengurangan bea masuk barang mewah bagi BEV hingga nol persen dan penurunan bea masuk PHEV antara 4-9 persen, dibandingkan tarif tinggi untuk kendaraan konvensional.

Menurut Putu, sejak 2020 pangsa pasar xEV masih di bawah satu persen, namun terus meningkat menjadi 1,2 persen pada 2022, 12 persen pada 2024, dan mencapai 26 persen pada pertengahan 2026. Ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, meskipun pasar otomotif secara umum tidak banyak mendapat insentif saat ini.

Kesimpulan

Meski mobil berbahan bakar bensin masih menjadi pilihan utama sebagian besar konsumen, minat dan penjualan kendaraan elektrifikasi terus meningkat pesat di Indonesia. Dukungan kebijakan pemerintah dan perkembangan teknologi kendaraan listrik menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar xEV, menandai perubahan tren dalam industri otomotif nasional ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup