IHSG Menguat ke 6.352, Investor Waspadai Gejolak Selat Hormuz dan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun
PlatMerah.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat ke level 6.352,38 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Penguatan sebesar 8,67 poin atau 0,14 persen ini didukung oleh kenaikan Indeks LQ45 yang meningkat 0,26 persen ke posisi 632,49.
Pergerakan IHSG dan Proyeksi Teknis
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan selama mampu bertahan di atas area teknikal 6.320-6.330. Jika level ini terjaga, indeks berpeluang menembus target di kisaran 6.377 hingga 6.420. Namun, jika terjadi tekanan jual yang menembus batas bawah tersebut, IHSG berisiko mengalami koreksi sehat sebelum kembali menguat.
Sentimen Global dan Geopolitik
Kondisi pasar keuangan global saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian menjelang rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat, yang sangat menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed. Kenaikan harga energi dunia turut menjadi perhatian investor.
Selain itu, kekhawatiran pasokan energi global meningkat menyusul rencana Iran yang akan membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dunia. Isu ini menimbulkan gejolak dan kewaspadaan di kalangan investor.
Paket Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun
Pemerintah Indonesia merespons tantangan ekonomi dengan menggelontorkan paket stimulus fiskal senilai Rp26,34 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program seperti bantuan sosial, insentif transportasi, pengembangan pariwisata, pelatihan kerja, dan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun anggaran.
Kinerja Pasar Saham dan Indikator Ekonomi
- Tax ratio Indonesia meningkat menjadi 9,32 persen pada semester pertama 2026, naik dari 8,42 persen periode sebelumnya, dan mencapai 10,44 persen jika memperhitungkan PNBP Sumber Daya Alam (SDA).
- Di Wall Street, indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones mengalami penurunan tipis.
- Pasar Eropa menunjukkan pergerakan variatif dengan Euro Stoxx 50, DAX Jerman, dan CAC 40 Prancis yang menguat, sementara FTSE 100 Inggris terkoreksi.
- Indeks regional Asia juga bergerak beragam; Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan melemah, sedangkan Shanghai Composite dan Straits Times Singapura mengalami penguatan ringan.
Prospek Ekonomi Nasional
Kebijakan stimulus fiskal yang besar menjadi penopang utama stabilitas ekonomi domestik dan daya beli masyarakat. Peningkatan penerimaan negara dari sektor perpajakan memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk melanjutkan program prioritas.
Meskipun demikian, beberapa pengamat menilai target tax ratio dalam APBN masih menantang, terutama karena potensi restitusi pajak yang belum dibayarkan dan karakter musiman penerimaan pajak.
Kewaspadaan Investor
Gabungan faktor fundamental ekonomi domestik yang solid dan kewaspadaan terhadap gejolak geopolitik global menjadi penentu pergerakan IHSG selanjutnya. Investor disarankan untuk tetap cermat dalam mengamati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi pendukung utama indeks.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











