Pesan Komunitas Andong-PKL untuk Pesepeda JLFR di Malioboro Malam Ini
PlatMerah.com, Yogyakarta – Komunitas andong, pedagang kaki lima (PKL), dan pengemudi becak motor di kawasan Malioboro memberikan dukungan sekaligus pesan kepada peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang akan melintas malam ini. Kegiatan bersepeda bulanan ini kembali digelar pada Jumat malam (18/9/2026) dengan pengaturan lalu lintas dan pengawalan dari petugas kepolisian setempat.
Dukungan Komunitas Lokal terhadap JLFR
Ketua Paguyuban PKL Malioboro, Slamet Santoso, menyatakan bahwa JLFR memiliki potensi menjadi daya tarik wisata tambahan jika dilaksanakan dengan tertib. Ia berharap kegiatan ini terus digelar secara berkala dan dapat menjadi atraksi wisata yang memeriahkan kawasan Malioboro.
“Harapannya ke depan monggo silakan tetap dilanjutkan. Mudah-mudahan bisa menjadi daya tarik wisatawan juga, memeriahkan kawasan Malioboro. Tapi saya juga mohon untuk semuanya bisa tertib, berjalan dengan lancar, menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Slamet.
Aturan dan Pengaturan Lalu Lintas
Heru Santoso, Komandan Satgas dari Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY), menegaskan bahwa komunitas bentor tidak mempermasalahkan kehadiran peserta JLFR di Malioboro asalkan rombongan menggunakan satu lajur jalan agar arus lalu lintas tetap lancar.
“Kita sudah membahas sama teman-teman bentor. Kalau bisa pakai separuh jalan saja supaya tidak terjadi kemacetan,” jelas Heru. Ia juga menambahkan bahwa kepolisian telah mengizinkan peserta JLFR melintas asalkan tidak berhenti di tengah jalan dan tetap tertib.
Perhatian Khusus dari Koperasi Jasa Andong Wisata DIY
Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata DIY, Rahmat Riyanto, menyambut baik kegiatan JLFR yang melintasi Malioboro namun mengingatkan agar pelaksanaannya diatur dengan baik demi keselamatan semua pengguna jalan. Ia mengingatkan peserta agar menghindari teriakan yang dapat mengejutkan kuda dan menyebabkan bahaya.
“Kami dari Koperasi Jasa Andong Wisata mengusulkan, sepeda yang masuk ke Malioboro pada Jumat terakhir itu boleh saja. Tapi ditata rapi supaya lebih aman. Kekhawatiran kami kalau ada yang teriak-teriak nanti kudanya takut,” ungkap Rahmat.
Konteks dan Pentingnya Pengaturan Kegiatan
Kawasan Malioboro merupakan ruang publik yang juga menjadi tempat masyarakat mencari nafkah. Oleh karena itu, seluruh pengguna jalan diharapkan saling menghormati dan menjaga ketertiban selama pelaksanaan JLFR agar kegiatan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu aktivitas lainnya.
Dengan dukungan dari berbagai komunitas lokal serta pengawasan dari aparat keamanan, JLFR diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga dapat berkontribusi memeriahkan Malioboro sebagai destinasi wisata malam yang aman dan tertib.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













