Keiko Fujimori Resmi Dilantik, Perempuan Pertama Terpilih Demokrasi Pimpin Peru
Plat Merah – Lima – Keiko Fujimori resmi dilantik sebagai Presiden Peru pada Selasa, 28 Juli 2026, menandai babak baru dalam sejarah politik negara tersebut. Ia menjadi perempuan pertama yang memperoleh jabatan presiden melalui pemilu langsung, setelah sebelumnya empat kali mencalonkan diri. Pelantikan Keiko Fujimori disaksikan oleh sejumlah pejabat asing, termasuk presiden dari negara-negara sayap kanan di kawasan Amerika Latin.
Dalam pidato perdananya di Istana Parlemen, Keiko Fujimori mendeklarasikan perang terhadap kejahatan terorganisasi, pengedar narkoba, dan penambangan ilegal. Ia memberikan wewenang kepada angkatan bersenjata untuk menjaga ketertiban umum di wilayah yang paling terdampak. “Di mana pun kejahatan terorganisasi, perdagangan narkoba, dan penambangan ilegal merebut kuasa dari negara, kami akan memanfaatkan semua kewenangan yang diberikan kepada pemerintah oleh konstitusi,” tegasnya.
Langkah keras ini merupakan respons terhadap krisis keamanan terparah dalam beberapa dekade terakhir di Peru. Ekstorsi dan pembunuhan kontrak merajalela, didorong oleh geng kriminal lokal dan asing. Roxana Quispe, seorang pembuat roti di Callao, mengaku telah menerima ancaman ekstorsi melalui telepon. “Saya berharap dia datang ke sini dan melihat kebutuhan kami. Saya sangat percaya padanya,” ujarnya kepada AFP.
Di samping isu keamanan, Keiko Fujimori juga mengumumkan kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen, dari 1.130 soles menjadi 1.300 soles per bulan. Ia berkomitmen mempertahankan kerangka ekonomi pasar bebas Peru sambil menjalankan reformasi keamanan publik yang menyeluruh.
Perjalanan politik Keiko Fujimori memang unik. Ia mulai dikenal publik saat menjabat sebagai ibu negara de facto pada usia 19 tahun, setelah orang tuanya berpisah pada 1994. Meski bukan istri sah presiden saat itu, ia menjalankan peran tersebut sepenuhnya, termasuk memimpin lembaga amal resmi. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, ia kembali ke pusat kekuasaan sebagai presiden terpilih.
Keiko Fujimori adalah putri dari mantan Presiden Alberto Fujimori, yang dipenjara karena pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi, namun kemudian diampuni pada Desember 2023 dan meninggal pada September 2024. Warisan kontroversial sang ayah tidak mengurangi dukungan para loyalisnya. Di lingkungan Ventanilla, nama Keiko bahkan diabadikan pada apotek, lapangan sepak bola, dan dapur umum.
Partai Kekuatan Rakyat pimpinan Keiko Fujimori dan sekutunya, Pembaruan Rakyat, menguasai setengah kursi Senat. Hal ini menyulitkan oposisi untuk menggulingkannya melalui mekanisme konstitusional. Namun, polarisasi politik tetap terlihat saat beberapa legislator oposisi melakukan aksi walk out sesaat sebelum pidato pelantikan dimulai.
Dengan pengalaman panjang dan tekad yang kuat, Keiko Fujimori diharapkan mampu membawa stabilitas politik dan keamanan bagi Peru. Ia menjadi presiden kesembilan dalam satu dekade, namun hanya yang ketiga yang terpilih melalui pemilu. Kini, semua mata tertuju pada langkah konkretnya untuk mengatasi krisis yang mendera negeri ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













