Kapal Tanker di Selat Hormuz Diserang IRGC, Empat Lainnya Mundur

Kapal Tanker di Selat Hormuz Diserang IRGC, Empat Lainnya Mundur

PlatMerah.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz pada Jumat (31/7/2026) dini hari. Kedua kapal tersebut diklaim berlayar di bawah pengawalan udara Amerika Serikat (AS) dan menggunakan rute yang tidak diumumkan.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kedua kapal tanker itu dihantam dan dipaksa berhenti, sementara empat kapal tanker lainnya yang berada di dekat lokasi segera mengubah haluan dan kembali ke posisi semula. Serangan ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Iran dan AS yang telah berlangsung berbulan-bulan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Klaim IRGC dan Respons CENTCOM

IRGC menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons atas pernyataan palsu dari Komando Pusat Militer AS (CENTCOM). Sehari sebelumnya, CENTCOM menyatakan telah mengalihkan rute 24 kapal komersial dan menaiki empat kapal lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. CENTCOM juga membantah klaim Iran bahwa pelayaran di Selat Hormuz tidak aman, dan menegaskan bahwa ancaman utama terhadap keselamatan awak kapal sipil justru berasal dari tindakan IRGC.

Pentingnya Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Gangguan di jalur ini dapat memicu gejolak harga minyak global dan mengancam pasokan energi dunia.

Rute yang Diperebutkan

Konflik antara Iran dan AS di Selat Hormuz berpusat pada rute pelayaran. AS menuntut kebebasan navigasi tanpa hambatan, sementara Iran bersikeras agar kapal-kapal melintasi jalur yang lebih dekat ke garis pantainya dan mewajibkan kapal memperoleh izin serta membayar biaya transit. IRGC menyebut kapal tanker yang diserang menggunakan “rute yang tidak dideklarasikan”, merujuk pada jalur alternatif yang didukung AS.

Sebelumnya, pada Kamis (30/7), IRGC juga melancarkan serangan di Selat Hormuz yang menyebabkan dua kapal tanker berbalik arah setelah salah satunya terbakar. Pada hari yang sama, militer Iran mengumumkan serangan drone yang menargetkan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber, Kuwait.

Eskalasi ini memperluas ancaman terhadap kapal tanker pengangkut energi di luar kawasan Teluk dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Arab Saudi, sebagai salah satu eksportir minyak terbesar, telah menggalang koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb dari serangan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak AS mengenai serangan tersebut, dan identitas serta asal negara kedua kapal tanker yang diserang belum diungkapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup