Iran Bantah Klaim Kesepakatan Buka Kembali Selat Hormuz

Iran Bantah Klaim Kesepakatan Buka Kembali Selat Hormuz

PlatMerah.com, Teheran – Iran secara resmi membantah laporan yang menyebut telah terjadi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Klaim yang disebarkan oleh jurnalis Israel, Barak Ravid, dinilai sebagai berita palsu oleh pihak Teheran.

Penegasan ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim adanya kesepakatan mencakup pembukaan total Selat Hormuz. Iran menegaskan tidak ada perubahan kebijakan terkait jalur laut strategis di Teluk Persia tersebut.

Bantahan Resmi Iran

Fars News, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi nuklir Iran, menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak mencapai kesepakatan apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz. Laporan-laporan yang menyebut adanya kesepakatan tersebut dipastikan palsu.

Seorang pejabat militer Iran juga membantah klaim Barak Ravid. Menurut sumber militer tersebut, selama aksi permusuhan dan kejahatan oleh Amerika Serikat berlanjut, Selat Hormuz akan tetap ditutup. Lalu lintas hanya dimungkinkan melalui rute yang ditetapkan, dengan koordinasi Angkatan Laut IRGC dan setelah mendapatkan izin transit.

Sumber militer itu menambahkan bahwa rute lain tidak aman dan kapal-kapal yang menggunakannya tentunya akan mengalami insiden. Ia menegaskan laporan yang mengklaim Iran menyetujui rencana pembukaan Selat Hormuz adalah tanpa dasar dan tidak ada keputusan atau perubahan kebijakan yang telah dibuat.

Klaim Trump soal Kesepakatan

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya mengklaim bahwa Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta AS untuk menunda serangan karena batasan kesepakatan telah disetujui. Trump menyebut kesepakatan tersebut mencakup pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Trump awalnya menyatakan siap melancarkan serangan dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Namun, berdasarkan permintaan tersebut, ia setuju membatalkan serangan demi kepentingan dunia dan kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur.

Konteks Ketegangan AS-Iran

Ketegangan antara AS dan Iran telah berlangsung selama puluhan tahun, terutama setelah Revolusi Iran 1979. Sepanjang konflik 2026, kedua negara sedikitnya telah mencapai dua kesepakatan penghentian permusuhan, namun belum mampu mengakhiri ketegangan secara permanen.

Isu program nuklir Iran, sanksi ekonomi, keamanan Selat Hormuz, dan rivalitas geopolitik menjadi faktor yang membuat hubungan Washington dan Teheran kembali memanas. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak pada pasokan minyak dunia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak AS terkait bantahan Iran. Kebenaran mengenai status Selat Hormuz masih menjadi tanda tanya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup