Moskow Dihujani Ratusan Drone Ukraina, Rusia Ancam Inggris Tanggung Akibatnya
PlatMerah.com, Moskow – Ibu kota Rusia, Moskow, mengalami serangan drone terbesar dalam dua tahun terakhir setelah ratusan pesawat nirawak diluncurkan oleh Ukraina. Rusia mengancam Inggris akan menghadapi konsekuensi atas dukungan mereka yang memasok drone untuk Ukraina.
Serangan tersebut terjadi pada malam tanggal 17 Agustus 2026, ketika lebih dari 620 drone menyerang wilayah Moskow. Sistem pertahanan Rusia berhasil menghancurkan sebagian besar drone, dengan 180 drone berhasil ditembak jatuh antara malam hingga pagi hari berikutnya, dan 17 drone lainnya dihancurkan dalam waktu selanjutnya.
Kerusakan dan Korban Serangan Drone di Moskow
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyo, melaporkan tiga orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Salah satu dampak terparah terjadi di distrik Pavlovsky Posad, di mana sebuah rumah terbakar habis. Selain itu, sebuah gudang milik perusahaan e-commerce Wildberries di sebelah timur Moskow juga mengalami kerusakan ringan akibat puing-puing yang menghantam bangunan.
Wildberries sendiri telah menjadi sasaran serangan berulang dalam beberapa pekan terakhir karena diduga memasok komponen untuk drone Rusia.
Ancaman Rusia terhadap Inggris
Kedutaan Besar Rusia di London memperingatkan Inggris atas keterlibatan mereka dalam konflik melalui pasokan drone kepada Ukraina. Rusia menilai dukungan militer Inggris memperbesar keterlibatan London dalam perang dan mengancam akan ada konsekuensi yang harus ditanggung Inggris.
Pernyataan resmi kedutaan menyebutkan bahwa Inggris bertindak sebagai kaki tangan kejahatan berdarah dan serangan teroris dengan memasok drone tersebut. Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung Ukraina dengan menyediakan peralatan yang diperlukan untuk mempertahankan diri dari invasi Rusia.
Serangan Rudal Rusia di Kyiv
Sementara itu, di Ukraina, serangkaian serangan rudal Rusia mengguncang ibu kota Kyiv dan sekitarnya pada malam hingga Kamis, 20 Agustus 2026. Serangan tersebut menewaskan delapan orang dan melukai 33 lainnya, merusak berbagai bangunan seperti apartemen, gudang, rumah sakit anak, dan sekolah. Tim penyelamat masih terus mencari korban yang terjebak di reruntuhan.
Wali Kota Kyiv, Vitaly Klitschko, melaporkan kerusakan di sebuah rumah sakit anak dan institusi pendidikan akibat serangan tersebut. Kawasan industri di distrik Solomyanskyi juga menjadi sasaran serangan rudal Rusia.
Perombakan di Kementerian Pertahanan Ukraina
Di tengah konflik yang terus berlanjut, Parlemen Ukraina resmi menunjuk Yevheniy Khmara sebagai Menteri Pertahanan baru pada 19 Agustus 2026. Khmara sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas Menteri Pertahanan setelah Mykhailo Fedorov diberhentikan pada Juli.
Yevheniy Khmara memiliki latar belakang sebagai pejabat keamanan dengan pengalaman di unit operasi khusus Dinas Keamanan Ukraina (SBU). Ia berjanji akan memperkuat kemampuan militer Ukraina dengan menambah persenjataan dan meningkatkan akurasi serangan terhadap sasaran musuh.
Konteks Konflik dan Dampak Kemanusiaan
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 terus mengalami eskalasi dengan serangan yang semakin intensif dari kedua belah pihak. Serangan drone Ukraina ke Moskow merupakan salah satu bentuk respons terhadap invasi Rusia, sementara serangan rudal Rusia di wilayah Ukraina seperti Kyiv dan Kharkiv menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Data PBB mencatat bahwa pada Juli 2026, sebanyak 437 warga sipil tewas di Ukraina, angka tertinggi sejak Mei 2022, menunjukkan dampak kemanusiaan yang berat akibat perang yang belum usai ini.
Serangan dan ancaman yang terjadi menandai kompleksitas dan ketegangan hubungan internasional yang melibatkan pasokan senjata dan dukungan dari negara-negara lain, seperti Inggris, yang berperan penting dalam dinamika konflik ini.
Situasi ini menuntut perhatian dan upaya diplomasi serta penyelesaian damai agar konflik tidak semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













