Terungkap! BoP Lewat Tony Blair Minta Mahmud Abbas Hapus Semua Kata ‘Palestina’ dari Buku Sekolah
PlatMerah.com, London – Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) melalui Tony Blair dikabarkan meminta Otoritas Palestina untuk menghapus semua kata ‘Palestina’ dari buku sekolah dan menggantinya dengan istilah ‘Samaria’. Permintaan ini diungkapkan oleh mantan duta besar Inggris untuk PBB, Jeremy Greenstock, yang menyatakan upaya tersebut sebagai bagian dari tekanan terhadap Otoritas Palestina terkait pengelolaan pascaperang di Gaza.
Greenstock menyampaikan bahwa permintaan tersebut disampaikan oleh Tony Blair selaku perwakilan BoP setelah tercapainya kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri konflik di Gaza. Namun, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menolak permintaan tersebut secara tegas.
Permintaan Penghapusan Kata ‘Palestina’ dari Buku Sekolah
Menurut Greenstock, Blair diminta oleh BoP untuk mendatangi Ramallah dan meminta penghapusan seluruh kurikulum yang menyebut kata ‘Palestina’ agar Otoritas Palestina dapat dinilai mampu menjalankan kesepakatan dengan Israel. Informasi ini diperoleh dari sumber tingkat kementerian. Abbas menolak permintaan tersebut dengan alasan mempertahankan identitas dan sejarah bangsa Palestina.
Greenstock menilai permintaan BoP ini menunjukkan adanya masalah dalam prinsip kerja Dewan Perdamaian, terutama terkait keadilan, ketidakberpihakan, dan pemahaman sejarah konflik yang kompleks di wilayah tersebut.
Bantahan dari Juru Bicara Tony Blair dan Kegiatan Terbaru
Juru bicara Tony Blair membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa Blair tidak pernah mengajukan permintaan penghapusan kata ‘Palestina’ dalam buku sekolah. Ia menyatakan informasi itu tidak benar dan merupakan karangan belaka.
Belakangan ini, Blair diketahui melakukan kunjungan ke Israel bersama Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, serta Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza. Mereka bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menolak peta jalan masa depan Gaza. Selanjutnya, mereka melanjutkan pertemuan di Kairo dengan kelompok teknokrat Palestina yang diharapkan mengelola Gaza, termasuk kehadiran perwakilan Hamas.
Konteks dan Dampak Permintaan BoP
Permintaan penghapusan kata ‘Palestina’ dalam kurikulum pendidikan merupakan bagian dari tekanan politik yang kompleks di tengah upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung lama antara Israel dan Palestina. Penolakan dari Mahmoud Abbas menegaskan pentingnya identitas nasional dan sejarah dalam pendidikan bagi rakyat Palestina.
Situasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi Tony Blair dalam perannya di BoP, terutama dalam mengelola dinamika konflik dan perdamaian di Gaza pascaperang. Kritik terhadap peran Blair di BoP menunjukkan ketegangan antara kepentingan politik dan harapan akan keadilan dan ketidakberpihakan dalam proses perdamaian.
Permintaan kontroversial ini menimbulkan pertanyaan mengenai prinsip-prinsip yang dipegang oleh lembaga internasional dalam menangani konflik yang melibatkan identitas dan hak-hak bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













