Kemenkes Targetkan RSUD di 8 Daerah Terdampak Gempa NTT Beroperasi dalam Sepekan

Kemenkes Targetkan RSUD di 8 Daerah Terdampak Gempa NTT Beroperasi dalam Sepekan

PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di delapan kabupaten/kota yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu pekan.

Target Pemulihan Operasional RSUD

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan bersama kepala dinas kesehatan, direktur RSUD, dan kepala puskesmas di wilayah terdampak. Fokus utama pemulihan layanan di RSUD mencakup operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat akibat gempa akan segera menerima satu set rumah sakit mobil yang dilengkapi ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis. Fasilitas ini dijadwalkan tiba pada hari Senin, 17 Agustus 2026.

Selain itu, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan utama. RSUD Borong memiliki waktu rujukan dua jam, sementara RSUD Komodo waktu rujukan empat jam dari Nagekeo.

Pemulihan Puskesmas dan Layanan Prioritas

Kemenkes juga menargetkan puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam waktu maksimal dua pekan. Pelayanan kesehatan yang diprioritaskan meliputi kesehatan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Koordinasi dan Dukungan Medis di Lapangan

Tim Health Emergency Operation Center (HEOC) akan melakukan identifikasi mendetail terkait persoalan kesehatan, kondisi fasilitas, alat kesehatan, dan kebutuhan obat-obatan. Data ini menjadi dasar penugasan relawan dan pengiriman bantuan ke lokasi bencana.

HEOC diaktifkan di sembilan lokasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota terdampak, dengan dua tim manajemen krisis kesehatan yang dikirim ke Sikka dan Ende. Dua tim Emergency Medical Team (EMT) juga diterjunkan; satu tim bertugas di Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sementara tim lainnya ditempatkan di Sikka.

Bantuan Logistik Kesehatan

Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Kemenkes menyiapkan bantuan logistik kesehatan meliputi:

  • 8 paket obat-obatan dasar
  • 5 paket Emergency Kit
  • 1.000 handscoon steril
  • 20.000 handscoon nonsteril
  • 20.000 masker bedah medis
  • 10 unit oksigen konsentrator
  • 2 unit tenda pos kesehatan
  • 8 tenda tambahan untuk mendukung operasional EMT tipe 1 jika dibutuhkan

Kondisi dan Dampak Gempa di NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Hingga Minggu pagi, 16 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 51 orang menurut data sementara Basarnas, dengan upaya evakuasi dan perawatan medis masih berlangsung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup