Pernah Sampai Menangis, Cerita Kesha Ratuliu Kewalahan Urus Tiga Anaknya Tanpa Babysitter
PlatMerah.com – Kesha Ratuliu mengungkapkan tantangan besar dalam menjalani peran sebagai ibu dari tiga anak tanpa bantuan babysitter maupun asisten rumah tangga. Sejak menikah dengan Adhi Permana pada tahun 2021, pasangan ini dikaruniai tiga anak, yakni Qwenzy Kalandra Putra Permana, Aisha Kaluna Letecia, dan Danish Danendra Putra Permana.
Kesha memilih untuk mengurus anak-anaknya sendiri tanpa menggunakan jasa suster atau ART selama tiga tahun terakhir. Keputusan ini diambil setelah mereka mengalami ketidakcocokan dengan orang yang membantu di rumah. Kesha bahkan mengaku pernah merasa kewalahan sampai menangis menghadapi tanggung jawab sebagai ibu tanpa pendamping tambahan.
Tantangan Mengurus Anak Tanpa Babysitter
Kesha dan suaminya, Adhi Permana, memutuskan untuk mengurus anak-anak mereka secara mandiri. Meskipun awalnya menggunakan jasa babysitter, pengalaman yang kurang cocok membuat mereka memilih untuk mengambil sendiri peran tersebut. Kesha menyatakan bahwa setelah menjalani sendiri, ia merasa lebih nyaman dan dekat dengan anak-anaknya.
Peran sebagai ibu tanpa bantuan eksternal tentu membutuhkan energi dan kesabaran ekstra. Kesha harus mengatur aktivitas anak-anak sekaligus menjalankan rutinitas harian rumah tangga, yang terkadang membuatnya merasa kewalahan hingga meneteskan air mata. Hal ini menunjukkan perjuangan nyata yang dihadapi oleh banyak ibu bekerja atau ibu rumah tangga yang memilih mengurus anak tanpa pendamping.
Peran Suami dalam Mendukung Kesha
Dalam menjalani peran sebagai orang tua tanpa bantuan profesional, dukungan dari suami sangat penting. Adhi Permana berperan aktif membantu Kesha dalam mengasuh anak-anak mereka. Kebersamaan ini membantu meringankan beban Kesha dan mempererat ikatan keluarga. Peran ayah yang aktif juga memberikan contoh positif bagi anak-anak dalam tumbuh kembang mereka.
Konteks dan Pentingnya Dukungan Keluarga
Kisah Kesha Ratuliu memberikan gambaran nyata tentang tantangan pengasuhan anak tanpa bantuan eksternal. Dalam konteks sosial dan budaya Indonesia, peran ibu seringkali dianggap sebagai tugas utama dalam mengurus anak. Namun, kisah ini juga menggarisbawahi pentingnya dukungan suami dan keluarga dalam meringankan beban tersebut.
Keputusan untuk tidak menggunakan jasa babysitter atau ART dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakcocokan atau keinginan untuk lebih dekat dengan anak. Namun, hal ini juga menuntut kesiapan fisik dan mental yang kuat dari orang tua.
Kesha Ratuliu telah menunjukkan bahwa meskipun menghadapi kesulitan, komitmen dan kerja sama dalam keluarga menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan mengasuh anak secara langsung. Pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi para orang tua lain yang tengah berjuang dalam peran serupa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










