BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia

BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia

PlatMerah.com – BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 resmi menutup rangkaian acaranya pada Minggu, 28 Agustus 2026, dengan perayaan meriah yang mengangkat tema Ulos Simetria. Tema ini menegaskan posisi wastra Nusantara, khususnya kain Ulos dari Sumatra Utara, sebagai warisan budaya yang terus berkembang dan mendunia dalam industri mode Indonesia.

Transformasi Ulos ke Koleksi Kontemporer

Kain Ulos, yang selama ini dikenal sebagai simbol budaya masyarakat Batak, dihadirkan dalam bentuk koleksi adibusana modern tanpa menghilangkan nilai filosofis dan akar budaya aslinya. Para desainer menginterpretasikan wastra khas Sumatra Utara dengan menggabungkan berbagai teknik tenun tradisional seperti songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata ke dalam rancangan yang dinamis dan segar.

Dominasi warna pastel dan soft color, penggunaan pewarna alami, serta detail dekoratif khas memperkuat karakter koleksi tersebut, yang relevan dengan selera generasi muda dan pasar global.

Semangat Kolaborasi dan Kreativitas Industri Mode

Selama lima hari penyelenggaraan, BTN Indonesia Fashion Week 2026 diwarnai oleh semangat kolaborasi dan kreativitas. Acara ini melibatkan lebih dari 200 desainer dan 500 tenant dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pelaku UMKM, yang memamerkan karya dan produk fesyen terbaik mereka.

Berbagai program seperti fashion show, pameran dagang, forum kreatif, talkshow, pertunjukan hiburan, dan festival kuliner turut memeriahkan acara, sekaligus membangun ekosistem industri mode yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pesan dari Para Pemimpin Industri dan Pemerintah

Poppy Dharsono, Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi dalam industri mode. Tema Ulos Simetria menggarisbawahi bahwa kemajuan fesyen tidak harus mengesampingkan tradisi, melainkan dapat memanfaatkan warisan budaya sebagai sumber inspirasi yang terus berkembang.

Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menyatakan optimisme terhadap potensi budaya daerahnya untuk menjadi kekuatan baru dalam industri mode nasional. Ia menegaskan kesiapan Sumatra Utara sebagai pusat fesyen Indonesia yang menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing nasional.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat fesyen sebagai sarana penting untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Koleksi Ulos yang dipamerkan dapat membangkitkan rasa penasaran dan ketertarikan global terhadap warisan budaya Nusantara.

Dampak Ekonomi dan Kreatif BTN Indonesia Fashion Week 2026

Acara ini berhasil menarik lebih dari 35.000 pengunjung, melibatkan lebih dari 4.000 pekerja kreatif, dan mencatat transaksi penjualan melebihi Rp10 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa industri fesyen Indonesia tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi nasional.

BTN Indonesia Fashion Week 2026 sekaligus membuktikan bahwa fesyen adalah medium penting untuk merawat warisan budaya, membuka peluang usaha, dan memperkenalkan identitas Indonesia melalui bahasa universal mode.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup