Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026

Italia Bidik Garut Jadi Distrik Industri Kulit dan Mode, Kolaborasi Menguat lewat IFW 2026

PlatMerah.com, Jakarta – Italia menyiapkan langkah strategis menjadikan Garut, Jawa Barat, sebagai proyek percontohan kawasan industri kulit dan mode terintegrasi. Rencana ini mengemuka dalam misi dagang yang digelar di sela BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Selasa (28/7/2026), di Jakarta.

Misi dagang yang digagas Italian Trade Agency (ITA) Jakarta Trade Office ini mempertemukan pelaku industri mode, kulit, dan alas kaki dari Indonesia dan Italia. Selain memperkuat kerja sama bilateral, langkah ini dinilai sejalan dengan momentum perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa-Indonesia (EU-Indonesia CEPA) yang ditargetkan berlaku pada awal 2027.

Garut Disiapkan Jadi Kawasan Industri Kulit Terintegrasi

Dalam paparannya, Direktur Jenderal ASSOMAC, Agostino Apolito, mengungkapkan bahwa Garut berpotensi menjadi laboratorium teritorial bagi kemitraan industri Italia-Indonesia. Kawasan tersebut diharapkan mampu menggabungkan sektor industri, pariwisata, dan budaya dalam satu ekosistem pengembangan berkelanjutan.

“Garut berpotensi menjadi laboratorium teritorial bagi kemitraan industri Italia-Indonesia sebagai sebuah distrik mode dan kulit yang memadukan peluang dari CEPA, ambisi pertumbuhan tinggi, standar internasional, dan identitas lokal. Ini bukan sekadar transfer mesin, melainkan membangun ekosistem industri secara utuh, mulai dari teknologi, keterampilan, kelembagaan, hingga investasi,” ujar Agostino Apolito.

Rencana ini merupakan bagian dari rangkaian misi ASSOMAC yang dimulai sejak kunjungan ke sentra penyamakan kulit di Garut pada 27 Juli lalu. Dalam misi tersebut, ITA menggandeng ASSOMAC, asosiasi nasional Italia yang menaungi produsen mesin dan teknologi untuk industri alas kaki, barang kulit, serta penyamakan kulit. Turut berpartisipasi Assocalzaturifici, Asosiasi Produsen Alas Kaki Nasional Italia sekaligus penyelenggara pameran MICAM Milano, serta SACE, lembaga penjamin dan pembiayaan ekspor di bawah Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia.

CEPA Buka Akses Pasar dan Teknologi

Gagasan pengembangan Garut dinilai selaras dengan momentum EU-Indonesia CEPA yang perundingannya selesai pada 23 September 2025 dan ditargetkan mulai berlaku pada awal 2027. Kesepakatan itu diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi, standar industri, material, hingga rantai pasok global bagi pelaku usaha di Indonesia maupun Italia.

Selain membahas pengembangan industri, forum tersebut juga mengangkat tren gaya hidup dan bisnis mode. Matteo Scarparo, Head of Global Trade Assocalzaturifici sekaligus perwakilan MICAM Milano, mempresentasikan materi bertajuk Footwear in Dialogue: From Influence to Buying Strategies. Ia memperkenalkan MICAM Milano sebagai salah satu pameran alas kaki terbesar di dunia yang menghadirkan 794 merek, terdiri atas 402 brand asal Italia dan 392 brand internasional. Pameran tersebut juga diikuti lebih dari 20.000 pembeli profesional, dengan sekitar 57 persen berasal dari luar Italia.

APRISINDO Dorong Hilirisasi dan Daya Saing

Sementara itu, Ketua DPW Jawa Barat APRISINDO, Henny Setiadi, memaparkan kondisi industri alas kaki nasional sekaligus menyoroti besarnya potensi budaya dan kekayaan alam Indonesia sebagai modal untuk memperkuat kerja sama jangka panjang dengan Italia. Menurutnya, sinergi antara asosiasi industri, pemerintah, dan mitra internasional menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi industri, meningkatkan kualitas produksi, serta memperluas akses pasar bagi produk alas kaki dan kulit buatan Indonesia.

“Kolaborasi dengan mitra Italia membuka peluang bagi pelaku industri alas kaki dan kulit Indonesia untuk naik kelas — baik dari sisi teknologi, standar kualitas, maupun akses pasar global,” kata Henny Setiadi.

IFW 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Global

Kehadiran misi dagang ASSOMAC di sela penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026 menunjukkan bahwa tema Ulos Simetria tidak hanya diwujudkan melalui karya di atas panggung peragaan busana. Tema tersebut juga mencerminkan upaya menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi industri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kreativitas dan peluang bisnis di tingkat internasional.

Rangkaian kerja sama ini juga membuka jalan menuju agenda internasional berikutnya, yakni Simac Tanning Tech edisi ke-52 pada 15–17 September 2026 di Fiera Milano Rho, yang diikuti lebih dari 300 exhibitor dari 20+ negara dan dihadiri lebih dari 9.000 pengunjung dari 90+ negara. Selain itu, pelaku industri Indonesia juga berpeluang memperluas jejaring bisnis melalui MICAM Milano yang akan berlangsung pada 13–15 September 2026, dua ajang internasional yang menjadi etalase utama industri mode dan alas kaki dunia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar global.

Dari Indonesia, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono, jajaran Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), serta perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup