Cemas Keluarga Menanti Kabar Wartawan yang Hilang saat Liput Anak Krakatau

Cemas Keluarga Menanti Kabar Wartawan yang Hilang saat Liput Anak Krakatau

PlatMerah.com, Pandeglang – Keluarga wartawan yang hilang saat melakukan peliputan di Gunung Anak Krakatau terus menanti kabar dari tim SAR dengan penuh kecemasan. Ari Basuki, jurnalis dari Merdeka, termasuk dalam rombongan wartawan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Keluarga dan kerabat berkumpul di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, berharap kabar baik segera datang.

Kondisi Keluarga dan Dukungan di Posko Pencarian

Kakak ipar Ari Basuki, Afrita Dewi, datang langsung ke posko pencarian sejak Rabu sore untuk mendapatkan informasi terkini dari tim SAR. Afrita mengaku sulit tidur setelah mendengar kabar hilangnya Ari beserta rombongan. Meski berharap ditemukan dalam keadaan selamat, keluarga juga sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

“Saya nggak bisa tidur, lalu saya putuskan Rabu sore ke sini. Saya berharap mudah-mudahan Ari dan teman-teman semua ketemu,” ujar Afrita di posko pencarian, Kamis (10/9).

Selain Afrita, kakak ipar lainnya, Nila Kusuma, mengungkapkan bahwa keluarga pertama kali mengetahui kejadian ini dari pemberitaan. Istri Ari sempat datang ke rumahnya dalam keadaan sangat terpukul. Meskipun memahami risiko pekerjaan Ari sebagai jurnalis yang sering meliput di lokasi berbahaya, rasa khawatir tetap menghinggapi keluarga.

Profil dan Sikap Ari Basuki

Ari Basuki dikenal sebagai jurnalis yang memiliki jiwa sosial tinggi dan spesialisasi di bidang bencana. Ia kerap membantu keluarga dan menjadi orang pertama yang hadir saat ada kesulitan. Sikap tersebut menurut Nila merupakan bagian dari pekerjaannya yang sering meliput peristiwa kemanusiaan.

“Dia selalu jadi orang yang pertama kalau kita mengalami apa pun kondisi. Kalau dia bikin keputusan, ‘oke mbak beres’. Tapi kita enggak tahu di belakangnya ada kesulitan apa,” kata Nila.

Upaya Pencarian oleh Tim SAR Gabungan

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian jurnalis dan awak kapal penumpang yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Rabu (9/9). Pencarian difokuskan di sekitar perairan dekat Gunung Anak Krakatau, tempat kejadian yang berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik. Keluarga korban berharap mereka dapat ditemukan dengan selamat, sementara tim SAR bekerja maksimal untuk mencari tanda-tanda keberadaan para korban.

Harapan dan Doa Keluarga

Seluruh keluarga korban berkumpul saling memberikan dukungan dan menguatkan satu sama lain selama proses pencarian berlangsung. Mereka berdoa agar para wartawan dan awak kapal segera ditemukan dan dapat kembali ke keluarga masing-masing.

“Kita di sini kumpul untuk support, kelima wartawan dan ketiga ABK itu semoga kembali ke keluarga masing-masing,” ungkap Nila.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa berat dan berisikonya profesi jurnalis yang meliput di daerah rawan bencana. Keluarga dan masyarakat terus menunggu perkembangan terbaru dari upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup