Paper Mob Ala Siswa Sekolah Rakyat Sulsel Tampilkan Keberanian dan Kreativitas Anak Bangsa
PlatMerah.com, Makassar – Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan menyambut kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan penampilan paper mob yang memukau. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Jumat, 25 Agustus 2026.
Penampilan Paper Mob dan Peran Muhammad Yunus
Sebanyak 190 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA secara serentak mengangkat lembaran kertas berwarna merah dan kuning membentuk pola serta tulisan untuk menyambut kedatangan Gus Ipul yang didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Di balik kekompakan ini, Muhammad Yunus, siswa kelas XI SRMA, dipercaya sebagai pemandu paper mob meski hanya berlatih selama dua hari. Yunus merasa bangga dapat memimpin teman-temannya dan berharap dapat lebih baik lagi di masa depan.
Kemampuan Multitalenta Siswa Sekolah Rakyat
Selain paper mob, para siswa juga menunjukkan beragam kemampuan lain, seperti baris variasi, karate, silat, pidato dalam empat bahasa (Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin), Tari Ax27Bulo, Tari Empat Etnis, hingga paduan suara. Penampilan ini mendapat apresiasi dari Gus Ipul yang menilai perkembangan anak tidak hanya dari akademik dan fisik, tapi juga keberanian dan kepercayaan diri.
Pendidikan Inklusif di Sekolah Rakyat
Menteri Sosial menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memfasilitasi setiap anak sesuai kemampuan dan latar belakangnya tanpa tes akademik. Pendidikan diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan kekuatan masing-masing siswa. Ada yang unggul dalam Bahasa Inggris, matematika, dan ada juga yang baru belajar membaca, semuanya dilayani sesuai bakat dan minat.
Dukungan Lingkungan Sekolah
Yunus mengaku mendapatkan dukungan penuh dari guru, wali asuh, dan lingkungan sekolah yang membuatnya merasa nyaman dan termotivasi. Ia juga menyimpan cita-cita menjadi tentara untuk berbakti pada negara.
Perubahan Positif yang Terlihat
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengamati perubahan signifikan pada siswa sejak awal bersekolah. Awalnya, banyak yang canggung dan belum terbiasa, namun kini mereka berani tampil dan memiliki gambaran masa depan. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi mereka tanpa batasan.
Data Siswa Sekolah Rakyat Sulsel
- Total siswa: 414
- SD (SRD): 24 siswa
- SMP (SRMP): 125 siswa
- SMA kelas X (SRMA): 120 siswa
- SMA kelas XI (SRMA): 145 siswa
Program ini menjadi wadah bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk tumbuh dan berkembang dengan dukungan penuh dari tenaga pendidik dan pemerintah daerah.
Makna dan Dampak Pendidikan Sekolah Rakyat
Penampilan paper mob bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan simbol keberanian, kebersamaan, dan kepercayaan diri yang tumbuh dari pendidikan yang inklusif dan suportif. Sekolah Rakyat Sulsel membuktikan bahwa pendidikan yang memperhatikan potensi individu dapat menghasilkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan optimisme.
Dengan pendekatan tanpa tes akademik dan didukung oleh pendampingan intensif, Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya mungkin kurang beruntung dalam pendidikan formal konvensional. Hal ini menjadi contoh penting bagi pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













