Misi Pasukan Langit TNI Padamkan Karhutla di Way Kambas untuk Lindungi Habitat Gajah Sumatera
PlatMerah.com, Lampung – Sebanyak 55 personel elit TNI dari Tim Alfa diterjunkan ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada tanggal 25 Agustus 2026 untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam habitat gajah dan badak Sumatera. Tim ini dikerahkan ke lokasi yang sulit dijangkau, termasuk wilayah terisolasi yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.
Operasi pemadaman dilakukan dengan metode yang inovatif. Sebelum misi udara dimulai, wilayah hutan dipindai menggunakan drone termal untuk mendeteksi titik panas yang tersembunyi di bawah permukaan tanah. Dengan teknologi ini, tim dapat memetakan area yang masih menyimpan bara api, yang berpotensi kembali menjadi api besar jika tidak segera ditangani.
Strategi dan Peralatan Canggih dalam Penanganan Karhutla
Tim Alfa, yang terdiri dari 40 personel penerjun payung dan 15 personel spesialis fast-roping, menggunakan kemampuan mobilitas tinggi untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Selain peralatan manual, mereka juga didukung oleh armada semprot nirawak yang dapat membombardir titik panas dari udara secara presisi dengan kapasitas hingga 100 liter per drone. Pendekatan ini mempercepat proses pendinginan bara api yang tersembunyi di dalam tanah.
Pangdam Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa fokus utama tim adalah mengatasi bara api yang sulit dilihat dan berada di bawah tanah. “Musuh terbesar saat ini adalah bara yang bersembunyi di dalam tanah. Dengan bantuan drone termal, kami dapat mengidentifikasi dan memadamkan titik panas tersebut sebelum api kembali menyala,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah dan Peran Tim Alfa dalam Perlindungan Habitat
Instruksi pengiriman Tim Alfa ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan karhutla dan melindungi habitat satwa langka seperti gajah dan badak Sumatera di TNWK. Presiden menilai armada air bomber yang tersedia belum memadai, sehingga menambah armada udara dan peralatan darat seperti pompa air.
Gubernur Lampung, Rahmad Mirzani Djausal, turut memantau langsung kondisi di lapangan dan melaporkan kebutuhan peralatan tambahan kepada Presiden, yang kemudian segera ditindaklanjuti. Penanganan cepat dan terkoordinasi ini bertujuan untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap ekosistem kawasan konservasi penting tersebut.
Tantangan Medan dan Kondisi Alam di Way Kambas
Kawasan yang terbakar sebagian besar berupa savana dan alang-alang, yang sangat mudah terbakar dan cepat menyebarkan api. Kondisi medan yang berat dan lokasi yang terisolasi membuat operasi pemadaman karhutla menjadi sangat kompleks. Namun, dengan keahlian dan teknologi yang digunakan Tim Alfa, diharapkan api dapat segera dikendalikan dan habitat gajah serta badak Sumatera dapat terlindungi dengan lebih baik.
Penugasan Tim Alfa di Way Kambas menunjukkan komitmen TNI dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menangani bencana kebakaran hutan secara efektif dan inovatif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













