Jarum, Benang, dan Rezeki yang Tak Putus untuk Mahendar Selama 30 Tahun
PlatMerah.com, Bekasi Selatan – Mahendar, seorang tukang sol sepatu berusia 67 tahun, telah mengandalkan jarum, benang, lem, dan keahliannya selama lebih dari tiga dekade untuk menafkahi keluarganya. Dari pekerjaannya yang sederhana di kawasan Galaxy, Bekasi Selatan, Mahendar berhasil mengumpulkan penghasilan harian yang konsisten sehingga mampu membeli sawah, rumah, dan tanah di kampung halamannya.
Perjalanan Karier dan Pekerjaan Sehari-hari
Mahendar memulai aktivitasnya sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB setiap hari. Tarif jasa yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu, tergantung jenis sepatu dan pengerjaan. Meski penghasilan harian tidak besar, sekitar Rp 150 ribu dari memperbaiki delapan pasang sepatu, pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mahendar dan keluarganya.
Awalnya, Mahendar belajar menjadi tukang sol sepatu setelah kehilangan kedua orang tuanya dan memilih ikut temannya ke Jakarta. Sebelum menetap sebagai tukang sol, ia pernah bekerja sebagai kernet mikrolet selama lima bulan. Namun, ia memilih bertahan pada pekerjaan yang lebih nyaman dan rutin memberikan penghasilan.
Perubahan Industri dan Adaptasi Mahendar
Selama puluhan tahun, Mahendar menyaksikan perubahan bahan dan teknik dalam perbaikan sepatu. Dahulu, sepatu kulit yang banyak diperbaiki menggunakan paku untuk sol, kini sepatu berbahan karet lebih dominan dan perbaikannya menggunakan lem dan jahitan. Mahendar menganggap metode menjahit lebih praktis dan efisien dibanding memaku.
Permintaan jasa perbaikan sepatu tetap stabil sepanjang tahun, dengan peningkatan signifikan menjelang Lebaran. Hal ini menunjukkan keberlanjutan usaha Mahendar meski di tengah persaingan dan perkembangan produk sepatu modern.
Nilai Ketekunan dan Harapan di Masa Depan
Mahendar menekankan pentingnya usaha dan doa dalam menjalani kehidupan. Pengalaman berharga yang ia alami, seperti pelanggan yang memberi uang tanpa menanyakan harga, memperkuat keyakinannya bahwa rezeki akan datang jika terus berusaha.
Meski telah memiliki empat anak dan tujuh cucu, Mahendar masih aktif bekerja dan menggunakan ojek untuk berangkat dan pulang dari tempat kerja karena keterbatasan fisik. Ia tetap semangat menjalani profesi yang telah membantunya bertahan selama 30 tahun.
Rencana Kembali ke Kampung Halaman
Mahendar berharap suatu hari dapat kembali ke kampung halaman dan membuka usaha jual-beli ikan. Ia telah memiliki empang sebagai modal awal, namun masih membutuhkan modal tambahan untuk memulai usaha tersebut. Baginya, masa tua yang lebih dekat dengan keluarga dan bertani di kampung adalah impian yang ingin diwujudkan.
Saat ini, Mahendar tetap setia dengan jarum dan benangnya, menganggap pekerjaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













