Ragam Kapal Karya Napi Sukamiskin Untuk Nelayan, Dinghy hingga Duchy Boat

Ragam Kapal Karya Napi Sukamiskin Untuk Nelayan, Dinghy hingga Duchy Boat

PlatMerah.com, Bandung – Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, berhasil memproduksi berbagai jenis kapal yang diberi merek dagang Sukaboat. Kapal-kapal ini meliputi kapal nelayan, dinghy, hingga duchy boat yang sudah tersebar di pasar dengan jumlah lebih dari 25 unit.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan narapidana melalui pelatihan dan produksi kapal yang tidak hanya mengisi waktu produktif tetapi juga meningkatkan keterampilan teknis mereka. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mendorong produk karya napi sebagai bagian dari 15 Program Aksi Menimipas 2026, yang juga mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di dalam lapas.

Beragam Jenis Kapal Sukaboat

Produksi kapal Sukaboat dikelola dalam sebuah bengkel di Lapas Sukamiskin yang melibatkan napi dengan latar belakang keahlian di bidang transportasi, perkapalan, dan desain. Pengembangan kapal meliputi berbagai tipe berikut:

1. Dinghy 4 Meter

Salah satu produk awal Sukaboat adalah dinghy berukuran 4 meter. Pada 2024, sebanyak 20 unit dinghy diproduksi melalui program CSR PLN dan enam unit lainnya untuk individu. Produksi ini melibatkan sekitar 15 napi yang bekerja secara aktif di hanggar Sukaboat.

2. Duchy Boat 8 Meter

Duchy boat awalnya dikembangkan sebagai kapal BTS untuk wilayah kepulauan. Kapal berukuran 8 meter ini sudah dibuat dua unit dan sedang dalam tahap revisi untuk proyek Duchy Reborn yang akan memodernisasi desain dan mesin kapal. Meski modernisasi dilakukan, kapal ini tetap diarahkan berfungsi sebagai kapal internet untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

3. Kapal Nelayan SBF-10

Kapal SBF-10 adalah modernisasi kapal nelayan tradisional dengan mempertahankan karakter bentuk lambung kayu namun menggunakan material fiberglass. Modernisasi ini bertujuan membuat kapal lebih ringan, tahan lama, mudah dirawat, serta lebih efisien bahan bakar. Proyek ini dimulai dari wilayah nelayan rajungan di Cirebon.

4. Speedboat 6 Meter SB-6

SB-6 merupakan speedboat personal dengan kapasitas lima orang, yang dirancang multi-purpose untuk digunakan sebagai kapal wisata, patroli, pancing, diving, hingga SAR. Kapal ini dibuat sebagai alternatif jetski dan sudah memiliki pembeli.

5. Speedboat 8 Meter SB-8

SB-8 adalah speedboat berukuran sekitar 8 meter dengan kabin tertutup. Kapal ini menjadi objek pembinaan dengan pelatihan teknis yang lebih kompleks bagi napi, termasuk pemasangan kaca, interior, sistem kelistrikan, dan keselamatan.

6. Speedboat 10 Meter SB-10

Rancangan terbaru adalah SB-10 sepanjang 10 meter yang dirancang untuk kecepatan hingga 50 knot. Kapal ini ditujukan untuk kegiatan patroli, pengamanan, dan cepat tanggap darurat dengan rencana penggunaan material khusus seperti kevlar dan aramid untuk perlindungan tambahan.

Pelatihan dan Kolaborasi Teknis

Pengembangan Sukaboat disupervisi oleh Emirsyah Satar, napi kasus korupsi yang memiliki latar belakang ekonomi dan pengalaman memimpin Garuda Indonesia. Untuk aspek teknis, program ini menggandeng vendor fiberglass sebagai pelatih untuk membekali napi di bagian produksi.

Material yang digunakan beragam, mulai dari fiberglass, aluminium, kayu, hingga HDPE, namun pelatihan saat ini masih difokuskan pada kapal berbahan fiberglass. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan keterampilan teknis dan manajerial narapidana secara berkelanjutan.

Partisipasi dalam Pameran dan Dukungan Industri

Program Sukaboat juga mendapat dukungan dari pihak eksternal, seperti kolaborasi dengan Honda pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran, Jakarta. Dalam pameran tersebut, kapal Sukaboat dipamerkan bersama produk otomotif lainnya, meningkatkan eksposur dan potensi pasar bagi produk karya napi.

Kontribusi bagi Pemberdayaan dan Ekonomi

Inisiatif ini tidak hanya menyediakan kegiatan produktif bagi napi tetapi juga berkontribusi pada pengembangan UMKM serta mendukung sektor perikanan dan transportasi di daerah kepulauan dan pesisir. Produk Sukaboat yang beragam memenuhi berbagai kebutuhan mulai dari kapal nelayan tradisional hingga kapal patroli cepat, memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan keterampilan dan wawasan para narapidana.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup